MENGINGAT situasi pandemi dan maraknya berbagai penyakit seperti hepatitis misterius hingga wabah cacar monyet baru yang bermunculan saat ini.
Maka dari itu, sangat penting untuk tetap menjaga pola hidup sehat dan perlu menjaga tubuh tetap fit agar daya tahan tubuh tetap optimal.
Pasalnya, daya tahan tubuh yang tinggi diibaratkan sebagai perisai tubuh yang dapat mencegah berbagai penyakit menular dan melemahkan masuk ke dalam tubuh. Apabila daya tahan tubuh lemah, akan sangat lebih berisiko terkena berbagai penyakit, termasuk penyakit serius tertentu.
Terlebih, sebagian orang memang secara alami memiliki imunitas yang lemah. Apakah Anda termasuk di dalamnya? Mewarta MedicineNet, Minggu (7/8/2022) berikut sembilan tanda seseorang punya sistem imun yang lemah.
1.Sering pilek dan infeksi lainnya: Sebetulnya normal bagi orang dewasa untuk mengalami dua hingga tiga kali pilek atau infeksi dalam setahun dan akan pulih dalam tujuh hingga 10 hari. Namun, tak demikian bagi orang dengan sistem imun lemah. Mereka cenderung akan sering mengalami pilek atau infeksi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
2.Masalah pencernaan: Banyak ilmuwan percaya bahwa akar penyebab sebagian besar penyakit adalah sistem pencernaan yang lemah. Tanda dan gejala sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat ditandai dengan gejala pencernaan seperti Anda sering diare, sembelit, hingga kembung.
3. Luka lama sembuh: Jika sistem kekebalan tubuh lemah, luka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh setelah peradangan, trauma, atau pembedahan, dan meningkatkan risiko infeksi.
4. Gampang lelah: Normal kok erasa lelah setelah melewati aktivitas seharian. Tapi, orang dengan imun yang lemah biasanya cenderung merasa lelah atau lelah terus-menerus meskipun sebetulnya sudah cukup istirahat.
5.Infeksi kulit: Kulit adalah penghalang pertama tubuh, nah sistem kekebalan yang lemah bisa merusak penghalang kulit. Alhasil kita bisa sering mengalami ruam kulit, peradangan, infeksi, atau kulit kering.
6.Penyakit autoimun: Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-selnya sendiri. Ketika sistem kekebalan tubuh lemah, ada aktivitas berlebihan atau aktivitas rendah yang tidak normal dari sistem kekebalan tubuh. Jika sistem kekebalan tubuh terlalu aktif, ini meningkatkan risiko penyakit autoimun.
7. Pertumbuhan dan perkembangan yang tertunda: Imunitas lemah pada anak, bisa menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan yang tertunda pada anak-anak.
BACA JUGA:6 Cara Mengobati Radang Tenggorokan
BACA JUGA:Kenali Gejala Kolesterol di Usia Muda yang Wajib Diwaspadai
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.