ISENG berubah jadi kemalangan, inilah yang dialami oleh seorang gadis di Inggris bernama Kerry Donaldson.
Siapa sangka, aksi iseng Kerry menghirup ‘gas tertawa’ alias Dinitrogen oksida (gas senyawa kimia yang biasanya dipakai untuk obat anastesi) berujung fatal pada kesehatannya. Kejadian berawal ketika sejak 2017, ia iseng bergurau menghirup gas ini melalui balon bersama teman-temannya.
Kerry menyebut, ia sudah biasa melakukannya berulang-ulang sebagai salah satu cara dirinya bergurau dan bersosialisasi dan bersenang-senang dengan teman-teman dekatnya di akhir pekan.
“Saya melakukannya berulang-ulang, biasanya di akhir pekan dan semua orang melakukannya, ” ujar Kerry.
Ia tidak pernah tahu dan menyangka, jika tindakan isengnya tersebut bisa merusak sumsum tulang belakangnya.
“Saya tidak benar-benar mengerti kerusakan yang bisa ditimbulkan dari ini, saya hanya berpikir itu (menghirup gas dari balon) menyenangkan. Saya tidak berpikir itu akan merugikan saya,” tambahnya.
Sampai akhirnya ia muntah hebat selama tiga hari berturut-turut. Tidak hanya itu, beberapa kali gadis 25 tahun ini harus bolak-balik rumah sakit karena mati rasa di bagian kaki dan tangannya. Baru di tahun 2020 lah, Kerry memutuskan untuk tak lagi bermain-main dengan gas tertawa tersebut.
(Foto: Kennedy News and Media)
Saat diperiksa oleh dokter, Kerry mengakui kalau dirinya sering menghirup nitrous oxide. Kemudian dokter pun memberikan suntikan vitamin B12, karena terdeteksi kadar vitamin B dalam tubuh Kerry begitu rendah.
Meski telah menjalani proses rawat inap, kerusakan sumsum tulang belakang Kerry akibat gas tertawa ini tetap tak terhindarkan. Dari pemeriksaan pemindaian MRI, kebiasaan yang dilakukan Kerry tersebut menyebabkan kerusakan saraf dan cakram yang menonjol di punggung bawah yang mengakibatkan dirinya tidak bisa berjalan dan harus menggunakan kursi roda, seperti dikutip dari New York Post, Kamis (28/7/2022).
“Saya tidak pernah berpikir itu akan sampai pada titik, di mana saya tidak dapat berjalan dan harus menggunakan kursi roda,” curhat Kerry.
Hidupnya yang kini berubah total karena harus memakai kursi roda, membuat Kerry begitu tergantung kepada sang ayah. Bahkan sesederhana seperti mandi dan makan, semuanya harus disiapkan dan dibantu oleh sang ayah.
Sebagai informasi, mengutip Australia’s Alcohol and Drug Foundation, penggunaan nitrous oxide dapat menghasilkan perasaan "euforia". dalam jangka pendek, obat ini juga dapat menyebabkan efek samping seperti pusing, penglihatan kabur dan kebingungan, serta kematian mendadak.
Adapun efek jangka panjangnya, mulai dari kehilangan ingatan dan telinga berdengung hingga mati rasa di tangan dan kaki, kejang anggota badan, kerusakan saraf, psikosis dan banyak lagi.
BACA JUGA:Kisah Rico Penyintas Covid-19, Sempat Jadi Omongan Tetangga
BACA JUGA:Idap Sindrom Alice in Wonderland, Wanita Ini Merasa Tubuhnya Mengambang
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.