PENULARAN subvarian Omicron, varian BA.4 dan BA.5 di kalangan masyarakat terus terjadi. Seiring dengan meningkatnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, ditambah dengan masa liburan sekolah.
Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro, menyebut angka kasus Covid-19 aktif terus mengalami kenaikan sejak beberapa pekan lalu.
“Kalau kita menelaah data dari Kementerian Kesehatan satu pekan kemarin. Memang terjadi kenaikan kasus-kasus aktif dibandingkan sebelumnya," kata dr. Reisa dalam konferensi pers Update Covid-19, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (15/7/2022).
Dalam penjelasannya, dr. Reisa mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia hanya untuk subvarian BA.5 saja sudah mencapai 1.829 kasus dan 146 kasus aktif varian BA.4, angka ini semuanya terjadi di Provinsi DKI Jakarta.
Jumlah kasus diketahui, dikatakan setelah melakukan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendeteksi kedua subvarian itu.
(Foto: Tangkapan layar YT Kemenkes RI)
"Pemeriksaan WGS untuk mendeteksi varian ini sudah dilakukan dan hasilnya sampai 12 Juli 2022. Diketahui jumlah liniech omicron BA.4 sebanyak 146 di Jakarta, sedangkan untuk Omicron BA.5 ada 1.829 kasus di DKI Jakarta,” jelas dr. Reisa
Dengan catatan angka tersebut, menjadikan DKI Jakarta sebagai Provinsi tertinggi untuk kasus BA.4 dan BA.5. Sisanya disusul oleh daerah-daerah lain, berikut keterangan lengkap jumlah kasus disampaikan oleh dr.Reisa, antara lain;
DKI Jakarta: 146 (kasus BA.4) dan 1.829 (kasus BA.5)
Jawa Timur: 17 (kasus BA.4) dan 166 (kasus BA.5)
Bali: 17 (kasus BA.4) dan 77 (kasus BA.5)
Jawa Barat: 3 (kasus BA.4) dan 57 (kasus BA.5)
Jawa Tengah: 10 (kasus BA.5)
Banten: 1 (kasus BA.4) dan 15 (kasus BA.5)
Kalimantan: 5 (kasus BA.5)
Sulawesi Selatan: 2 (kasus BA.5)
Sumatera Selatan: 1 (kasus BA.5)
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.