Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Panik, Varian BA.4 dan BA.5 Tidak Separah Delta dan Omicron

Kevi Laras , Jurnalis-Kamis, 16 Juni 2022 |12:21 WIB
Jangan Panik, Varian BA.4 dan BA.5 Tidak Separah Delta dan Omicron
Varian Omicron (Foto: Freepik)
A
A
A

ANGKA kasus positif Covid-19 di Indonesia tengah mengalami kenaikan. Selama tiga hari berturut-turut, angka positif baru tembus dari 500 kasus. Salah satunya dipicu dari munculnya varian baru, BA.4 dan BA.5.

Varian BA. 4 dan BA.5 ini, disebut Alexandre Ginting, Kasubbid Dukungan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional memang hadir dengan karakter yakni mampu menghindari antibodi sistem kekebalan tubuh atau escape immunity.

"Memang jelas bahwa varian bA.4 dan BA.5 ini dilaporkan juga memiliki kemampuan penurunan kemampuan terhadap Antibodi monoklonal jadi dia memiliki kemampuan escape," ungkap Alexandre Ginting dalam acara "Awas, Omicron Kembali Mengintai Indonesia", dikutip dari kanal YouTube FMB9ID_IKP, Kamis (16/6/2022).

Mengingat kedua varian ini memiki sifat yang mudah menular dari satu orang ke orang lainnya. Termasuk orang-orang yang sudah vaksinasi lengkap dan booster Covid-19.

 

(Foto: Tangkapan layar YouTube FMB9ID_IKP)

"Artinya mereka yang sudah vaksin 3 kali tetap bisa terinfeksi,” imbuhnya.

Meski demikian, Alexandre menuturkan jika varian BA. 4 dan BA.5 tidak memiliki tingkat infeksi separah varian Delta atau Omicron.

“Sehingga dengan adanya subvarian BA.4 dan BA.5 ini hanya menimbulkan gejala ringan, tidak sama dengan waktu Delta," jelasnya

Disebutkan lebih lanjut, menurutnya selama tingkat vaksinasi rendah (timpang) maka virus Covid-19 semakin bermutasi atau berkembang.

"Kita lihat di Afrika ini (varian B.1.1.529 atau Omicron) setelah Omicron masuk ke berbagai negara, dia juga ikut berkembang bermutasi terus berlangsung, khususnya di negara yang vaksinasinya timpang. Afrika selatan sebagai contoh salah satu negara yang akses vaksinasinya tidak merata dan terus berkembang," pungkas Alexandre.

Bagi orang dengan komorbid (penyakit penyerta) dan belum divaksinasi Covid-19, varian ini bisa menimbulkan kesakitan parah. Maka dari itu, masyarakat diimbau melakukan upaya proteksi diri, salah satunya dengan vaksinasi lengkap dan booster Covid-19. Bertujuan, jika suatu saat terinfeksi, maka hanya mengalami gejala ringan alias menurunkan risiko kesakitan parah hingga rawat inap.

BACA JUGA:Menkes Budi: Puncak Kasus Varian BA.4 dan BA.5 Lebih Rendah Dibanding Omicron dan Delta

BACA JUGA:Fakta Baru! Omicron Varian Baru Punya Mutasi Mirip Delta

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement