Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peringatan WHO: Cacar Monyet Berisiko Menyebar ke Seluruh Dunia!

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 09 Juni 2022 |12:02 WIB
Peringatan WHO: Cacar Monyet Berisiko Menyebar ke Seluruh Dunia!
Ilustrasi Cacar Monyet. (Foto: Reuters)
A
A
A

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) meminta agar setiap negara mewaspadai peredarah cacar monyet. Apalagi, virus monkeypox ini telah menyebar ke berbagai negara di dunia, bukan lagi di negara endemi seperti Afrika.

"Risiko cacar monyet menyebar luas ke banyak negara di dunia sangat nyata. Penyakit ini terus berkembang di negara-negara non endemik," kata Pemimpin Utama WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip MNC Portal dari NBC News, Kamis (9/6/2022).

Jika wabah tidak dibendung dan virus benar-benar menyebar di masyarakat yang berada di wilayah baru, itu bisa membuat 'kekacauan' meski pada tingkat rendah. Kemungkinan lain yang dapat terjadi adalah kasus akan meningkat menjadi endemi di beberapa tempat baru di luar Afrika. Artinya, sejumlah besar orang akan jatuh sakit dalam jangka waktu yang singkat.

Di sisi lain, pakar penyakit dan WHO punya keyakinan bahwa wabah cacar monyet ini bisa dihentikan. "Masih ada peluang untuk mencegah penyebaran cacar monyet pada mereka yang berisiko tinggi saat ini," kata dr Rosamund Lewis, pimpinan teknis WHO untuk cacar monyet.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran adalah penggunaan vaksin yang mana vaksin tersebut sudah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), salah satunya disebut vaksin Jynneos. Vaksin itu secara khusus dirancang untuk melawan virus monkeypox.

"Ini adalah salah satu penyakit langka. Anda bisa memvaksinasi seseorang setelah mereka terinfeksi, sebelum mereka memiliki gejala, dan memblokir penyakitnya," kata Eric Toner, seorang sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins.

Sejak heboh di awal Mei, WHO telah mengkonfirmasi lebih dari 1.000 kasus cacar monyet di 29 negara di luar Afrika Barat maupun Afrika Tengah, tempat virus itu menjadi endemik.

Pada konferensi pers di Jenewa, Tedros mengatakan di Afrika sendiri ada lebih dari 1.400 kasus yang diduga cacar monyet ditambah dengan 66 kematian. Terkait penularan, Rosamund Lewis, pemimpin teknis WHO untuk Monkeypox, mengatakan bahwa sejauh ini kontak dekat antarpribadi adalah cara utama penyebaran cacar monyet.

Sementara untuk penularan lewat aerosol, belum diketahui pasti hingga saat ini. Maka dari itu, Rosamund memperingatkan para tenaga kesehatan yang bertugas merawat pasien cacar monyet tetap harus memakai masker.

Dari pantauan WHO, kasus cacar monyet sejauh ini didominasi pria yang berhubungan seks dengan pria. Walau kasus positif pada perempuan juga sudah telah ada dan dilaporkan.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement