Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan Pria Gay Rentan Kena Cacar Monyet: Kontak Erat dan Intim

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 06 Juni 2022 |11:36 WIB
Alasan Pria Gay Rentan Kena Cacar Monyet: Kontak Erat dan Intim
Bahaya cacar monyet (Foto: BBC)
A
A
A

AHLI Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan terjadi klaster gay cacar monyet.

"Penyebab cacar monyet dari kelompok gay yakni kontak erat dan intim yang berlangsung lama membuat penularan pada kelompok gay begitu cepat," ujar Dicky, Senin (6/6/2022).

cacar monyet 

Kontak langsung dalam bentuk hubungan seksual. "Bukan hubungan seksual secara langsung, tapi karena kontak langsung yang terjadi, yang membuat virusnya menyebar antarmanusia," jelas Dicky.

"Ini karena melakukan kontak erat, intim, dan berlangsung lama, itu membuat kelompok gay menjadi rentan terpapar cacar monyet," tambahnya.

Sementara itu, gejala terkena cacar monyet Fase Pedromal atau Fase Awal antara lain:

- Demam

- Sakit kepala yang berat

- Nyeri otot dan sakit punggung

- Pembengkakan kelenjar getah bening

- Badan terasa lemas dan kelelahan

Fase Erupsi

Setelah mengalami fase pedromal, seseorang akan merasakan fase erupsi yang merupakan fase paling infeksius. Pada fase ini, umumnya penderita akan mengalami munculnya ruam atau lesi pada permukaan kulit tubuh. Persebarannya mulai dari wajah hingga seluruh tubuh secara bertahap.

Lalu, ruam atau lesi tersebut akan berubah menjadi bintik-bintik berisi air bening atau nanah. Setelah beberapa lama lalu akan mengeras dan akhirnya rontok dengan sendirinya.

Kedua fase ini akan berlangsung setidaknya 2-4 minggu secara bertahap. Penyakit ini dapat hilang dengan sendirinya dan belum ada pengobatan spesifiknya.

Fase Erupsi

Setelah mengalami fase pedromal, seseorang akan merasakan fase erupsi yang merupakan fase paling infeksius. Pada fase ini, umumnya penderita akan mengalami munculnya ruam atau lesi pada permukaan kulit tubuh. Persebarannya mulai dari wajah hingga seluruh tubuh secara bertahap.

Lalu, ruam atau lesi tersebut akan berubah menjadi bintik-bintik berisi air bening atau nanah. Setelah beberapa lama lalu akan mengeras dan akhirnya rontok dengan sendirinya.

Kedua fase ini akan berlangsung setidaknya 2-4 minggu secara bertahap. Penyakit ini dapat hilang dengan sendirinya dan belum ada pengobatan spesifiknya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement