NARASI tidak berdasar mengenai cacar monyet beredar di sejumlah negara. Narasi di Rusia menyebutkan bahwa AS telah memprediksi kemunculan pandemi cacar monyet sejak setahun yang lalu, dan bahwa situasi pandemi akan lebih buruk.
Kemudian, akun media sosial dan outlet berita di Ukraina, Rusia, China, dan AS semuanya menuduh bahwa wabah cacar monyet berasal dari kebocoran laboratorium, atau penggunaan cacar monyet sebagai senjata biologis.

Meski demikian, dimungkinkan untuk mengidentifikasi dari mana virus itu berasal dengan mengurutkan DNA-nya.
Ahli Genetika Fatima Tokhmafshan menggambarkannya seperti memindai barcode pada sebuah paket dengan memetakan berbagai jalur yang dilalui.
Pelacakan berdasarkan urutan genetika yang ada sejauh ini mengarahkannya pada jenis cacar monyet yang biasanya menular di Afrika Barat, yang menunjukkan bahwa ini bukan sesuatu yang diproduksi.
Bahkan konten disinformasi dalam bahasa China yang menyebutkan bahwa cacar monyet mewabah di Eropa dan AS setelah sejumlah monyet lepas dari laboratorium di AS selama empat bulan.
Selain itu, wabah yang lebih besar pernah terjadi di AS pada 2021, masing-masing dibawa oleh pelancong atau hewan impor.
"Jadi sangat masuk akal bahwa itu pula yang terjadi kali ini, dan sejauh ini, skenario itu yang paling masuk akal."
Kasus paling awal yang teridentifikasi di Inggris dalam wabah kali ini telah terlacak pada seseorang yang melakukan perjalanan dari Nigeria.
"Gagasan bahwa cacar monyet bocor dari laboratorium sama sekali tidak berdasar," ujar Direktur Pusat Ilmu Pandemi Universitas Oxford, Profesor Peter Horby.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.