Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Desa Wisata Jadi Destinasi Andalan saat Libur Lebaran 2022, Ini Pesan Sandiaga Uno

Novie Fauziah , Jurnalis-Kamis, 19 Mei 2022 |05:04 WIB
Desa Wisata Jadi Destinasi Andalan saat Libur Lebaran 2022, Ini Pesan Sandiaga Uno
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Kemenparekraf)
A
A
A

SEJUMLAH desa wisata yang tengah dikembangkan oleh pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah membuahkan hasil.

Pada libur Lebaran 2022 lalu, sejumlah desa wisata diserbu para wisatawan dan memberikan dampak positif pada ekonomi kreatif (ekraf) setempat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, peningkatan kunjungan terhadap desa wisata ini dibuktikan dari beberapa laporan yang diterima dari pengelola desa wisata secara langsung, maupun sumber lainnya. Di mana meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan di desa wisata pada saat momen libur lebaran.

"Jadi, selama libur lebaran untuk memperlancar mudik, saya diberi tugas oleh Menko PMK untuk ikut terlibat dalam pengaturan manajemen mudik. Oleh karena itu, kita beri suatu pola perjalanan atau travel pattern yang jadi pilihan destinasi wisata oleh para pemudik, dan ternyata masyarakat pemudik ini menjatuhkan pilihan ke desa-desa wisata pada jalur sekitar mudik," kata Sandi.

BACA JUGA: Sandiaga Sebut Berlibur ke Desa Wisata Bisa Kurangi Kemacetan saat Libur Lebaran 
Infografis Desa Adat di Indonesia

Ia menjelaskan, beberapa destinasi wisata yang ramai dikunjungi di antaranya Borobudur yang merupakan salah satu Destinasi Super Prioritas. Tercatat, terdapat 100 persen kenaikan okupansi homestay Desa Wisata di sekitar Candi Borobudur.

Selain itu, adanya peningkatan jumlah wisatawan, yakni 5000 orang ke Desa Wisata Tegalmulyo, Kabupaten Klaten; meningkatnya jumlah wisatawan sebanyak 400 orang ke Desa Wisata Kerapu Kabupaten Situbondo; meningkatnya jumlah wisatawan sebanyak 700 orang ke Desa Wisata Kalibiru Kabupaten Kulon Progo; dan meningkatnya penjualan paket wisata dengan jumlah wisatawan sebanyak 1.357 orang ke Desa Wisata Pentingsari Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut, kata Sandiaga, meningkat pula jumlah wisatawan sebanyak 1.700 orang ke Desa Wisata Cikakak, Kabupaten Banyumas; hingga meningkatnya jumlah wisatawan sebanyak 6.320 orang ke Desa Wisata Pentagen Kabupaten Kerinci.

"Melihat potensi tersebut, kami dengan bangganya mempromosikan 50 besar desa wisata ADWI 2021 melalui sosial media, kanal youtube dan beberapa media televisi nasional dalam penayangan program-program jalan-jalan di desa wisata," ujarnya.

Sandiaga pun mengimbau, agar desa wisata di tiap daerah terus berkembang, pemerintah daerah dan para pengelola desa wisata diminta supaya tetap patuh pada protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, mengusahakan sertifikasi CHSE.

Mengupayakan sertifikasi desa wisata berkelanjutan, dan memberikan apresiasi kepada masyarakat penggerak sektor pariwisata melalui ADWI.

Tak hanya itu saja, masalah sampah yang dihasilkan dari sejumlah wisatawan yang berkunjung ke desa-desa wisata agar dikelola dengan lebih baik. Hal ini agar desa wisata yang dibangun dan dikembangkan secara baik, tetap terjaga keasrian dan juga kebersihannya.

"Karena jika banyak pengunjungnya, sampahnya juga banyak, oleh karena itu kita harus kelola lebih baik," tuturnya.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement