Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Tes Hipertensi di Klinik dan Rumah Hasilnya Bisa Berbeda?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 17 Mei 2022 |12:33 WIB
Kenapa Tes Hipertensi di Klinik dan Rumah Hasilnya Bisa Berbeda?
Cek tekanan darah (Foto: Medicaldaily)
A
A
A

PERNAHKAH Anda mengalami situasi hasil pemeriksaan tekanan darah di rumah dan klinik berbeda? Di klinik hasilnya sangat tinggi, di atas 140/90 mmHG, sedangkan di rumah normal.

Jika iya, mungkin Anda mengalami yang namanya 'white-coat hypertension' atau 'hipertensi jas putih'. Hipertensi jenis ini memengaruhi 30 persen orang yang melakukan tes pengukuran tensi di rumah sakit.

Apa itu hipertensi jas putih?

Cek Hipertensi

Dijelaskan Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia dr Erwinanto, SpJP, hipertensi jas putih adalah kondisi saat seseorang cemas atau takut saat bertemu dengan tenaga kesehatan termasuk perawat atau dokter.

"Ketakutan atau kecemasan yang dialami tersebut yang membuat hasil pemeriksaan tensi menjadi sangat tinggi," kata dr Erwinanto pada awak media secara daring beberapa waktu lalu.

BACA JUGA : Cara Mengukur Tekanan Darah di Rumah, Harus Sesuai Anjuran Dokter Lho!

BACA JUGA : Tingkatkan Risiko Hipertensi, Cegah Obesitas Sejak Dini Yuk!

Ia melanjutkan, kondisi ini banyak dialami masyarakat. Rasa takut pada dokter membuat tekanan darahnya meningkat dan itu yang kemudian terbaca di alat tes.

Makanya, kata dr Erwinanto, idealnya pemeriksaan di klinik dilakukan sebanyak dua kali untuk meminimalisir diagnosis 'white-coat hypertension' tersebut.

"Kami tengah berupaya untuk menyelaraskan cara ideal ini diberlakukan di semua fasilitas kesehatan bahwa saat pengukuran tekanan darah di klinik, harus dilakukan sebanyak dua kali agar hasilnya lebih pasti," tambah dr Erwinanto.

Selain dilakukan sebanyak dua kali pemeriksaan, untuk meminimalisir 'false diagnosis', masyarakat juga diimbau agar melakukan tes tekanan darah di rumah jika alatnya tersedia. Itu akan sangat membantu dokter atau perawat membaca tekanan darah sesungguhnya.

"Pemeriksaan tekanan darah di rumah perlu dilakukan jika alatnya tersedia, karena itu bisa menjadi acuan nilai tensi yang sebenarnya asal dilakukan setiap hari selama 7 hari dan nilai tensi diambil dari rata-rata hasil pemeriksaan tanpa memasukkan hasil hari pertama," terang dr Erwinanto.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement