KEMENTERIAN Kesehatan mencatat bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang merupakan bagian dari Ibu Kota Negara baru (IKN) Nusantara memiliki kasus malaria yang penularannya sangat tinggi.
"Ada satu kabupaten di Kalimantan Timur dengan kasus malaria tinggi yaitu di PPU," ungkap Tiffany Tiara Pakasi selaku Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes di Webinar Hari Malaria Sedunia 2022, Jumat (22/4/2022).

Kasus malaria di PPU tercatat sebanyak 1.455 kasus pada 2021 dengan Annual Parasite Incidence (API) di 2021 yaitu 9,12 per 1.000 penduduk.
Beberapa upaya dilakukan untuk menekan angka kasus malaria di PPU, seperti terus melakukan upaya manajemen vektor terpadu yang tentu dilakukan antara Kemenkes dengan Dinas Kesehatan PPU sendiri.
Lalu, penemuan kasus dan pengobatan pun terus dilakukan hingga saat ini. Untuk penemuan kasus, diagnosa malaria ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskop atau tes diagnosis cepat.
Kemudian, untuk pengobatan masih mengandalkan terapi kombinasi berbasis Artemisinin (Artemisinin Based Combination Therapy atau ACT) sesudah konfirmasi laboratorium keluar.
"Karena PPU menjadi bagian dari IKN, tentu upaya maksimal akan kami lakukan untuk meminimalkan kasus malaria di sana," terang Tiara.
BACA JUGA:8 Manfaat Daun Oregano untuk Kesehatan, Bisa Obati Malaria Lho
Kalimantan Timur sendiri tercatat memiliki 10 kabupaten/kota yang berstatus endemi malaria. Dari 10 kabupaten/kota tersebut, yang sudah mengeluarkan status eliminasi malaria baru 4 wilayah. Kemudian, ada 5 wilayah masuk ke endemis rendah dan 1 endemis tinggi.
(Dyah Ratna Meta Novia)