Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Varian BA.2.12 dan XE Belum Masuk Indoensia, Kemenkes: Tetap Waspada

Kevi Laras , Jurnalis-Kamis, 21 April 2022 |14:01 WIB
Varian BA.2.12 dan XE Belum Masuk Indoensia, Kemenkes: Tetap Waspada
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

VARIAN Omicron memang memiliki turunan baru yakni BA.2.12, BA.2.12.1 dan varian XE. Varian-varian baru tersebut memang lebih sulit dideteksi dibandingkan varian lainya.

Oleh karena itu, diperlukan proses Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mengindentifikasi ketiga varian tersebut. WGS merupakan prosedur laboratorium untuk menentukan urutan basa dalam genom suatu organisme (bakteri, virus, hingga manusia) terdiri dari DNA dalam satu proses.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi meskipun saat ini belum terdeteksi di Indonesia, tapi agar masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Kemudian melakukan vaksinasi lengkap dan booster agar mendapatkan proteksi diri.

"Waspada tentunya harus kita lakukan makanya tetap perlu proteksi yang tinggi dengan booster dan prokes," katanya

Kendati demikian, dua varian baru BA.2.12 dan BA.2.12.1 muncul di New York mendominasi kasus Covid-19 di sana hingga 80,6 persen. Keduanya diketahui turunan (sub-varian) Omicron, diperkirakan memiliki keunggulan pertumbuhan 23% – 27% di atas varian BA.2 (Omicron) asli.

Berdasarkan data baru, GISAID serta data tambahan dikirimkan langsung ke Wadsworth Center dari laboratorium sekuensing di New York, menentukan bahwa varian baru ini, sangat menular dan berkemungkinan kontribusi pada peningkatan kasus.

Penemuan varian XE, pertama kali terdeteksi di Inggris pada 19 Januari 2022. Melansir dari Times of India, jika sub varian dari Omicron ini, Omicron XE adalah hibrida mutan dari dua versi Omicron sebelumnya yaitu BA.1 dan BA.2.

Menurut penelitian, varian XE 10 kali lebih mudah menular, daripada subvarian BA.2 atau Stealth Omicron. Badan Kesehatan dan Keamanan Inggris (UKHSA) percaya bahwa itu menyebar lebih cepat daripada BA.2.

Namun, hingga saat ini ketiga varian dari BA.2.12, BA.2.12.1 dan XE masih belum diketahui pastinya. "Kita tidak perlu khwatir karena banyak scientist yang memperkirakan kenaikan BA.2 dan beberapa versi tidak akan melebihi dari sebaran BA.1," ujar Prof Zubairi kepada MNC Portal.

Menurutnya, kedua varian baru tersebut lebih mudah menyerang sistem kekebalan tubuh (Imunitas). Ternyata varian baru itu, memiliki kemampuan tumbuh lebih dari 30-90 persen perminggu, dibandingkan dengan virus aslinya (BA.2).

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement