Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terlalu Fokus Tangani Pandemi, Hepatitis Anak Kasusnya Melonjak!

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 14 April 2022 |14:55 WIB
   Terlalu Fokus Tangani Pandemi, Hepatitis Anak Kasusnya Melonjak!
Anak kena hepatitis (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PENYAKIT hepatitis kasusnya meningkat di saat pemerintah fokus menangani pandemi Covid-19. Fenomena ini membuat para ahli khawatir penyakit hepatitis akan menjadi 'mini-epidemi' yang bisa mengancam nyawa anak-anak.

Menurut data The Sun, kasus hepatitis di seluruh Inggris tercatat sebanyak 74 kasus. Dari jumlah tersebut, 60 pasien diketahui adalah anak-anak berusia di bawah 10 tahun.

 anak sakit

Soal penyebab, para ahli mengatakan bahwa penyakit hepatitis melonjak karena beberapa faktor, seperti penularan virus hepatitis itu sendiri ataupun gegara 'lockdown' berkepanjangan yang terjadi di Inggris.

Prof Will Irving, seorang Profesor Virologi dari Universitas Nottingham menjelaskan, hepatitis mulai meningkat kasusnya karena ditemukan penularan virus di masyarakat secara langsung. "Virus tersebut menyebabkan peradangan hati," kata Prof Irving, dikutip MNC Portal, Kamis (14/4/2022).

Kini, kasus tengah diselidiki lebih lanjut, termasuk soal penyebab lain seperti adenovirus atau virus infeksi lain, bahkan efek lingkungan.

Sementara para ahli sedang menyelidiki kemungkinan hubungan dengan Covid-19, para pejabat mengatakan 'tidak ada hubungan' dengan vaksin karena anak-anak yang didiagnosis hepatitis tidak mendapat suntikan.

Adenovirus sendiri adalah sekelompok virus yang menyebabkan berbagai penyakit ringan dan kebanyakan orang sembuh tanpa komplikasi. Jika sudah terkena virus seperti ini maka kemungkinan besar Anda akan mengalami gejala seperti pilek, demam, dan diare.

Lebih lanjut, Alastair Sutcliffe, seorang profesor pediatri umum di University College London mengatakan 'lockdown' Covid-19 mungkin telah membuat perbedaan pada tingkat kasus hepatitis.

"Hepatitis non-A sampai E adalah kondisi langka dan tampaknya jadi mini-epidemi dalam jumlah kasus saat ini," kata Prof Sutcliffe pada The Independent.

Anda perlu tahu 10 gejala utama hepatitis berikut ini:

1. Urin gelap

2. Fases pucat, berwarna abu-abu

3. Kulit gatal

4. Menguningnya mata dan kulit (jaundice)

5. Nyeri otot dan sendi

6. Suhu tinggi

7. Merasa sangat lelah sepanjang waktu

8. Kehilangan selera makan

9. Sakit perut

10. Hepatitis jangka panjang juga dapat berkembang tanpa gejala apa pun, sampai akhirnya kondisi hati gagal total, sehingga terkadang hanya tertangkap dalam tes darah.

 BACA JUGA:Apakah Vaksin Booster Covid-19 Perlu Dilakukan Tiap Tahun? Prof Beri Ibaratkan Vaksin Hepatitis B

"Penting untuk dicatat bahwa 10 gejala ini mungkin tidak selalu disebabkan oleh hepatitis dan jika anak Anda memiliki gejala yang tidak biasa maka Anda harus menemui dokter umum Anda," saran laporan tersebut.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement