VARIAN baru yakni varian XE disebut lebih menular dari varian Omicron (BA.1) maupun Omicron Siluman/Son Of Omicron (BA.2). Varian XE ini pertama kali muncul di Inggris.
Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan terhadap munculnya varian mutan baru dari Omicron.

Kala sejumlah negara mulai mencabut pembatasan terkait Covid-19 karena penurunan kasus positif, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM menjelaskan, varian XE tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
Menurut Prof Zubairi belum ada data yang lebih lanjut terkait subvarian dari Omicron itu. "Belum ada bukti seperti Alpha, Delta, dan Omicron. Belum ada alasan untuk khawatir," ujar Prof Zubairi dalam Twitter pribadinya @ProfesorZubairi dikutip Selasa (5/4/2022).
Dia juga menerangkan bila varian XE merupakan hasil gabungan dari varian lama yaitu Omicron (BA.1) dan Stealth Omicron (BA.2). Diketahui XE memiliki tingkat pertumbuhan 9,8 persen di atas BA.2, dan sekitar 637 kasus XE telah terlihat di Inggris sejak 19 Januari.
Bahkan diklaim 10 persen lebih cepat menular dari Son Of Omicron/Stealth Omicron (BA.2). Hal itu diyakini Badan Kesehatan dan Keamanan Inggris (UKHSA).
BACA JUGA: Varian XE Apakah Berbahaya? IDI: Belum Ada Alasan Khawatir
Melansir dari Economic Times, gejala dari varian terbaru dari coronavirus itu, tidak menyebabkan gejala yang parah, tetapi menyebar dengan cepat. Kelelahan dan pusing dan beberapa gejala awal yaitu:
-Sakit kepala
-Sakit tenggorokan
-Nyeri otot
-Demam.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.