SEIRING berkembangnya virus Covid-19, kini semakin banyak varian baru bermunculan. Sebelumnya Omicron dan Deltacron, kini varian Omicron bermutasi melahirkan varian baru XE.
Varian terbaru itu yakni varian XE diklaim lebih cepat menular 10 persen dari Son Of Omicron/Stealth Omicron (BA.2). Badan Kesehatan dan Keamanan Inggris (UKHSA) percaya bahwa itu menyebar lebih cepat daripada BA.2.

"Rekombinan khusus ini, XE, telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang bervariasi dan kami belum dapat memastikan apakah ia memiliki keunggulan pertumbuhan yang sebenarnya," Profesor Susan Hopkins, Kepala Penasihat Medis, UKHSA dilansir The Sun, Selasa (5/4/2022).
Apa Gejalanya?
Varian terbaru dari coronavirus tidak menyebabkan gejala yang parah, tetapi menyebar dengan cepat. Kelelahan dan pusing adalah beberapa gejala awal yaitu:
-Sakit kepala
-Sakit tenggorokan
-Nyeri otot
-Demam.
Sedangkan gejala dari induknya (Omicron), melansir Economic Times paling umum seperti hilangnya penciuman dan rasa jarang dilaporkan pada orang yang terkena varian Omicron baru. Beberapa tanda-tanda gastrointestinal lain yang mungkin seperti diare, mual, muntah, sakit perut dan lain-lain cukup umum.
Kendati demikian, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM, menerangkan jika varian XE belum bisa dipastikan berbahaya atau tidak. Dengan ini, dia mengimbau agar masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker.
BACA JUGA:RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 127 Pasien Covid-19 Pagi Ini
"Belum ada alasan untuk khawatir. Tetap pakai masker," jelas Prof Zubairi dalam Twitter pribadinya @ProfesorZubairi dikutip Selasa (5/4/2022).
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.