BUMD DKI Jakarta, MRT Jakarta mengizinkan para penumpang untuk membatalkan puasa dengan berbuka puasa sekadarnya saat waktu magrib tiba di fasilitas moda transportasi itu. Adapun menu buka puasa yang diperbolehkan yakni kurma dan air mineral.
"MRT Jakarta menerapkan kebijakan untuk memperbolehkan teman-teman membatalkan puasa saat berada di dalam Ratangga serta area berbayar yang ada di stasiun," demikian keterangan MRT Jakarta melalui Instagram @mrtjkt.
Namun, MRT tidak menjelaskan mengapa hanya kurma dan air mineral yang diperbolehkan untuk berbuka puasa di transportasi modern Jakarta itu.
Dalam unggahan di Instagram itu, MRT Jakarta mencantumkan kutipan hadits Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Salman bin Amir Adh-Dhobbi RA. Dalam hadits itu disebutkan bahwa kurma sebagai menu berbuka dan jika tidak ada kurma, maka berbuka dengan air putih.
"Jika salah seorang dari kalian berbuka (puasa), maka berbukalah dengan kurma. Jika tidak didapati kurma maka berbukalah dengan air putih, karena air putih itu mensucikan," (HR. At-Tirmidzi).
MRT Jakarta mengunggah aturan membatalkan puasa yakni dengan tidak memperbolehkan makanan dan minuman tertentu di antaranya teh, kopi, sirup, soda, atau minuman selain air mineral.
Kemudian makanan kecil atau sejenisnya, nasi serta lauk pauk dan makanan siap saji. Ketentuan buka puasa di MRT Jakarta itu hanya boleh dilakukan saat waktu buka puasa tiba, waktu maksimum 10 menit sejak azan maghrib.
Masker dapat dibuka sementara waktu saat berbuka dan digunakan kembali setelah selesai makan dan minum. MRT tidak memperkenankan penumpang berbicara saat membuka masker, menjaga protokol kesehatan, menjaga kebersihan serta menyimpan dan tidak membuang sampah sampai menemukan tempat sampah.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.