ADA penyebab alergi dingin terkadang terjadi tanpa Anda sadari. Alergi dingin sendiri, merupakan reaksi kulit terhadap dingin yang muncul dalam beberapa menit dengan muncul bekas gatal-gatal.
Alergi dingin sering terjadi pada orang dewasa muda. Jika Anda merasa memiliki kondisi ini, konsultasikan dengan dokter Anda. Umumnya, alergi dingin akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa pekan atau bulan. Namun, ada juga yang bertahan lebih lama.
Jika tenggorokan atau lidah terasa bengkak, merasa pusing, dan sulit bernapas, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter. Perawatan biasanya mencakup langkah-langkah pencegahan seperti mengambil antihistamin dan menghindari udara dingin dan air.
Berikut penyebab alergi dingin seperti dilansir dari mayoclinic.

Punya kulit sensitif
Saat ini penyebab alergi dingin tidak ada yang tahu persis apa pemicunya. Namun, kebanyakan yang memiliki riwayat alergi dingin memiliki sel kulit yang sangat sensitif, karena sifat bawaan, virus, atau penyakit. Dalam bentuk paling umum dari kondisi ini, dingin memicu pelepasan histamin dan bahan kimia lainnya ke dalam aliran darah.
Bahan kimia ini menyebabkan gatal-gatal dan terkadang reaksi seluruh tubuh (sistemik). Alergi mungkin terasa ekstra intens untuk hari pertama atau kedua, tetapi Anda akan memiliki gejala yang sama dari hari ke hari.
Reaksi imun berlebihan
Selain itu, beberapa sebagian besar kasus alergi dingin disebabkan oleh reaksi sistem imun. Seperti contoh, saat Anda aberada di ruangan ber-AC, mandi dengan air dingin, atau memegang minuman dingin, kulit mendeteksi penurunan suhu secara drastis dan mendadak.
Hal ini membuat sistem imun menganggap itu sesuatu yang bahaya, walaupun sebenarnya tidak. Sistem imun kemudian merespons dengan mengaktifkan sel mast, serta melepaskan antibodi, histamin, dan beragam zat kimia lainnya yang memicu peradangan.
Faktor genetik
Faktor genetik salah satu menjadi penyebab alergi terjadi Sebab, tiap kromosom memiliki lengan p dan lengan q. Kedua lengan membawa sifat genetik dan kadang sifat tersebut dapat berwujud kelainan atau penyakit.
Para peneliti sejauh ini telah menemukan sifat pembawa alergi dingin pada lengan panjang kromosom 1 (1q40). Orang yang mempunyai gen ini membawa sifat alergi dingin pada tubuhnya, tapi ia belum tentu mengalami alergi dingin. Saat memiliki keturunan, gennya akan bertemu dengan gen pasangannya.
Jika gen pembawa sifat alergi dingin lebih dominan dibandingkan gen yang sehat, sifat tersebut bisa muncul sehingga anak yang lahir akan mengalami alergi dingin.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.