TERDAPAT ciri khas dari diabetes tipe 2 yakni kadar gula darah yang tinggi, yang bertanggung jawab atas banyak gejala yang terkait dengan kondisi kronis. Kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak tubuh, sehingga menimbulkan neuropati.
Neuropati diabetes adalah istilah umum untuk kerusakan saraf yang disebabkan oleh kadar gula darah tinggi.

Gejala yang dialami seseorang bergantung pada lokasi kerusakan saraf. Menurut Mayo Clinic, jika Anda kesulitan bangun dari posisi duduk, itu bisa menandakan neuropati proksimal.
Dilansir dari Express, jenis neuropati ini juga disebut amiotrofi diabetik sering memengaruhi saraf di paha, pinggul, bokong, atau tungkai. Gejala biasanya di satu sisi tubuh, tetapi bisa menyebar ke sisi lain.
Selain kesulitan bangun, Anda juga bisa merasakan nyeri hebat di pinggul dan paha atau bokong, otot paha melemah dan menyusut dan sakit perut yang parah.
Anda harus menemui dokter umum jika mengenali salah satu gejala yang terkait dengan diabetes tipe 2.
Perawatan utama untuk neuropati diabetik adalah menstabilkan kadar gula darah yang tinggi. Merombak gaya hidup adalah cara paling efektif untuk menurunkan kadar gula darah tinggi.
Memperbaiki pola makan merupakan bagian integral dari upaya ini. Secara teknis tidak ada yang tidak bisa Anda makan jika menderita diabetes tipe 2, tetapi Anda harus membatasi makanan tertentu.
Karbohidrat adalah penyebab terburuk karena diuraikan dengan cepat oleh tubuh dan menyebabkan peningkatan cepat dalam glukosa darah.
BACA JUGA:Waspada! Diabetes Bisa Sebabkan Komplikasi yang Berdampak Fatal
Selain mengurangi karbohidrat tertentu, Anda harus meningkatkan jumlah olahraga. Anda harus melakukan aktivitas 2,5 jam seminggu untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali.
(Dyah Ratna Meta Novia)