SELANDIA Baru akan membuka perbatasan internasional untuk beberapa wisatawan yang datang. Perdana Menteri Jacinda Ardern menjelaskan masuknya wisatawan akan menaikkan ekonomi negara.
Pembatasan yang dilakukan Selandia Baru merupakan upaya negara dalam menghambat masuknya Covid-19 dan dapat memastikan tingkat kematian akibat virus tersebut rendah. Akan tetapi, hal ini berdampak pada pendapatan ekonomi negara sendiri.
"Menutup pembatasan kami adalah salah satu tindakan pertama yang kami ambil untuk menghentikan Covid-19, lebih dari dua tahun lalu, dan pembukaan kembali akan memacu pemulihan ekonomi kami sepanjang sisa tahun ini," kata Ardern dilansir dari Reuters.

Perubahan pembatasan Covid-19 ini diharapkan mampu memperbaiki sektor-sektor yang sempat mati akibat pandemi Covid-19 seperti pariwisata internasional, lapangan pekerjaan dan transportasi jalur udara.
Ardern menjelaskan, wisatawan yang sudah divaksin dari Australia, sumber wisatawan terbesar Selandia Baru, bisa masuk tanpa perlu karantina mulai 12 April, bukan Juli seperti yang sudah direncanakan.
Hal ini sangat penting bagi warga Australia yang ingin pergi ke Selandia Baru untuk menghabiskan liburan Paskah bulan depan.
Sementara, wisatawan dari negara-negara lainnya yang bebas visa, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura dapat berkunjung pada 1 Mei mendatang.
Wisatawan yang ingin berkunjung ke Selandia Baru diwajibkan menyerahkan bukti tes Covid-19 negatif dan sudah divaksin tanpa harus dikarantina pada saat datang.
Pembatasan tidak sepenuhnya dibuka kembali sampai Oktober untuk semua wisatawan, tetapi Ardern mengatakan hal ini belum bisa diajukan.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.