VIRUS Covid-19 memang memiliki banyak varian yang berkembang. Terbaru adalah varian Omicron yang memiliki tingkat penularan luar biasa. Tapi, bukan berarti varian ini adalah mutasi terakhir pada virus Covid-19.
Bahkan, Omicron yang memiliki kode BA.1 pun memiliki anak yang disebut sebagai BA.2 atau Son of Omicron. Anak dari Omicron ini pun diketahui lebih menular dari varian sebelumnya, dengan gejala lebih ringan.
Menurut penelitian laboratorium oleh peneliti Jepang, subvarian BA.2 tidak hanya lebih menular daripada strain Omicron asli BA.1, tetapi juga menyebabkan penyakit lebih parah. Namun di Indonesia, belum ada penelitian yang menjelaskan bahwa subvarian dari Omicron itu lebih berbahaya atau tidak.
Melansir dari Times of India, para ilmuwan dan profesional medis telah membuat daftar beberapa gejala paling umum terkait dengan sub-garis keturunan Omicron tersebut, antara lain:
1. Sakit kepala
2. Sakit/tenggorokan gatal
3. Bersin,
4. Pilek
5. Nyeri tubuh
Sementara, menurut laporan baru oleh KREM 2 News, Perpustakaan Kedokteran Nasional AS telah menemukan dua gejala tambahan dari subvarian Omicron BA.2, yaitu pusing dan kelelahan. Selain itu, laporan tersebut lebih lanjut mengungkapkan bahwa subvarian BA.2 baru menyebar 30% lebih mudah daripada varian omicron asli.
Perlu diketahui, ternyata varian ini sudah masuk di Indonesia sejak Januari, hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis paru. Dokter Spesialis Paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) mengungkapkan, varian Omicron Siluman (BA.2) sudah ada di Rumah Sakit Persahabatan.
Dia melanjutkan, varian ini pun sudah terdeteksi sejak Januari di Rumah Sakit Persahabatan. Tapi dari pasien, gejalanya mirip dengan BA.1 atau varian omicron awal.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.