KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan, kasus harian Covid-19 varian Omicron mengalami penurunan yang signifikan.
Namun pemerintah terus memperkuat fasilitas layanan kesehatan secara nasional guna menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang didominasi varian Omicron saat ini.

Melihat data bahwa kasus aktif sedikit melambat dengan penambahan di angka 15.448 per hari. Kemudian penurunan, signifikan kasus konfirmasi menjadi 48.484, dibanding kasus konfirmasi pada (19/2) yang mencapai 59.384.
"Kita akan terus memprioritaskan pelayanan kesehatan rumah sakit hanya untuk pasien Covid-19 bergejala sedang hingga kritis dan memiliki komorbiditas saja, untuk menahan tekanan pada rumah sakit sampai kita melewati puncak gelombang Omicron nantinya," ujar dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid., Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes.
Bukan hanya pelayanan kesehatan yang ditingkatkan, pemerintah juga terus menjaga angka testing dan tracing agar tetap tinggi. Hingga Sabtu (19/2) jumlah spesimen yang diuji berada di posisi 489.780.
Kemudian stok kebutuhan oksigen di 10 Provinsi yang mencatat kenaikan kasus tertinggi juga tetap terjaga di angka hingga lebih dari 48 jam.
Di sisi lain, angka vaksinasi juga terus ditingkatkan hingga Minggu (20/2) pukul 18.00 WIB, 189.658.351 penduduk (91,07%) telah mendapat dosis 1, dan 140.311.077 penduduk (67,37%) telah mendapat vaksinasi dosis 2.
Sementara yang sudah mendapatkan dosis ketiga (booster) sampai saat ini sudah 8.459.050 penduduk (4,06%).
BACA JUGA:Lagi Musim Omicron, Oki Setiana Dewi Malah Boyong Anak Liburan
"Ini sangat penting untuk mencegah agar penduduk terhindar dari kesakitan atau risiko kematian akibat terinfeksi virus Covid-19,” jelas dr. Nadia.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.