INDONESIA mencatatkan angka kasus positif Covid-19 tertinggi kemarin, setelah tercatat adanya kasus positif sebanyak 57.049 kasus. Sebelumnya, rekor tertinggi kasus harian Covid-19 di Indonesia adalah sebanyak 56.757 kasus yang dicatat pada 15 Juli 2021.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi sendiri memperkirakan angka Covid-19 pada gelombang Omicron ini akan berada di angka 56 ribuan kasus. Meski naik ketimbang tahun lalu, tapi Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan angka mortalitas yang terjadi tidak lebih besar ketimbang tahun lalu.
"Kasus puncak Omicron memang lebih tinggi dari saat kejadian Delta yang 56.000 kasus. Tapi, angka kematian jauh lebih kecil dibandingkan Delta," papar Siti Nadia dalam keterangan pers virtual, Rabu (16/2/2022).
Angka kematian yang dilaporkan dalam kejadian Omicron ini adalah 134 kasus. Sedangkan jumlah kematian pada puncak Delta itu sekitar 25.000 kasus kematian.
Siti Nadia pun membeberkan angka positivity rate puncak Omicron yang juga lebih kecil dibandingkan Delta. "Positivity rate Omicron dilaporkan sebesar 16,68%, sedangkan Delta 50%," katanya.
Bicara soal angka kematian, Siti Nadia menegaskan bahwa itu bukan hanya angka, tetapi nyawa manusia. Karena itu, dia berharap kepada semua pihak untuk mau bersama-sama membantu pemerintah menghadapi pandemi ini.
"Satu nyawa amatlah berharga, sehingga kita semua harus terus berupaya menekan angka kematian ini dengan bersama-sama taati protokol kesehatan, kami juga akan meningkatkan cakupan testing dan tracing, dan untuk masyarakat semua agar mau divaksinasi dosis lengkap," papar Siti Nadia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.