Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkes Yakin Gelombang Omicron Bisa Berhenti Maret

Pradita Ananda , Jurnalis-Senin, 07 Februari 2022 |16:43 WIB
Menkes Yakin Gelombang Omicron Bisa Berhenti Maret
Ilustrasi Varian Omicron. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

INDONESIA memang tengah berjuang melawan gelombang Omicron yang tengah melanda. Apalagi, angka positif Covid-19 yang terjadi sudah melampaui varian Delta yang terjadi pada pertengah 2021 silam.

Meski demikian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tetap optimistis Indonesia bisa mengatasi pandemi Covid-19 secepat mungkin. Menurutnya, di akhir bulan ini Indonesia bisa segera keluar dari gelombang Omicron.

“Jangan panik, tetap waspada, kalau (kasus) sedang naik kurangi mobilitas. Insha Allah di akhir Februari kita bisa mengatasi pandemi,” ujar Menkes Budi dalam siaran langsung Keterangan Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (7/2/2022).

Optimisme Menkes Budi merujuk pada data di lapangan terkait upaya kumulatif penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah.

Meski terjadi peningkatan kasus positif secara signifikan, dari data Kementerian Kesehatan yang dibeberkan Menkes Budi, kapasitas rumah sakit di Indonesia masih cukup aman.

“Rumah sakit sekarang terisi 18.966 dari kapasitas total 400.000, 120.000 kapasitas untuk Covid019 per 6 Februari kemarin yang sudah confirm Covid itu 15.292, sisanya yang lain masih probable. 10.000 nya orang tanpa gejala,” tambahnya.

Ke depannya, perawatan rumah sakit pun diprioritaskan untuk pasien Covid-19 bergejala berat atau kritis. Menkes Budi menyebut sekarang tingkat keterisian rumah sakit akibat Covid-19 masih rendah.

“Jadi sebenarnya ke depannya kita lebih efisien, pasien OTG bisa isoman (isolasi mandiri) atau isoter (isolasi terpadu). Sebenarnya keterisian RS kita itu masih sangat rendah,” lanjut Menkes Budi.

Sementara dari aspek layanan telemedicine untuk para pasien positif gejala ringan atau tanpa gejala, diketahui sudah bisa melayani ratusan ribu pasien positif.

“Layanan telemedicine yang sudah kita lakukan di Jakarta sudah bisa melayani 150 ribu secara kumulatif yang positif terkena. Sudah mengirimkan juga sekitar 28 ribu obat-obatan ke mereka yang terkonfirmasi positif,” tutup Menkes Budi.

Menkes menginfokan, jaringan layanan telemedicine untuk pasien positif Covid-19 pada bulan Februari 2022 ini akan diperluas oleh Kemenkes ke berbagai daerah lainnya. Mulai dari Bandung Raya, Semarang Raya, Solo Raya, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement