MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, meski varian Omicron memiliki kemampuan menular yang sangat cepat, namun gejala pada pasien cenderung ringan.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, saat ini terdapat 748 kasus konfirmasi Omicron. Sebanyak 569 kasus berasal dari pelaku perjalanan luar negeri sementara 155 lainnya merupakan transmisi lokal, sementara 24 kasus sisanya masih dalam penyelidikan.

Dari jumlah kasus konfirmasi tersebut, Menkes mengatakan, tingkat perawatan untuk pasien dengan gejala sedang maupun berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit presentasenya jauh kebih rendah dibandingkan varian Delta.
“Di negara-negara tersebut (yang mengalami puncak kenaikan kasus Omicron) hospitalisasinya antara 30-40 persen dari hospitalisasi Delta. Jadi walaupun penularan dan kenaikannya lebih cepat dan tinggi, tapi hospitalisasinya lebih rendah,” ungkap Menkes.
Menkes menjelaskan, hal serupa juga terjadi di Indonesia,. Menurutnya dari total 500-an kasus konfirmasi Omicron sebagian besar gejala yang dialami pasien adalah ringan bahkan tanpa gejala.
Hanya 3 pasien yang membutuhkan oksigen tambahan. Selain itu proses recovery juga lebih cepat, tercatat sekitar 300 pasien telah dinyatakan sembuh dan sudah diperbolehkan pulang.
Baca juga: Vaksin Booster dari Sinovac Masih Ampuh untuk Lawan Varian Omicron
“Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap tenang, selalu berhati-hati dan waspada. Yang terpenting protokol kesehatan 5M, vaksinasi dan harus dilaksanakan beriringan untuk memberikan perlindungan dari ancaman penularan Covid-19 varian Omicron yang sangat cepat,” tuntasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.