SALAH satu permasalahan yang menyebabkan vaksinasi Covid-19 mengalami hambatan adalah karena banyaknya hoax yang beredar. Ternyata, permasalahan hoax terkait vaksin ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja loh.
Hampir di seluruh dunia harus menghadapi permasalahan tersebut, termasuk Amerika Serikat. Sebuah situs daring berbasis di Amerika Serikat, lifesitenews.com, telah merilis artikel menyatakan bahwa orang yang mendapatkan suntikan vaksin Pfizer lebih mudah tertular Covid-19.
Informasi dalam artikel tersebut diklaim berasal dari sebuah studi yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

“UPDATE. ‘Jika anda mendapatkan vaksin Pfizer, anda lebih mungkin terkena Covid’: Studi analis industri dari FDA,” demikian isi keterangan dalam artikel lifesitenews.com, dalam terjemahan bebas seperti dilansir dari Antara.
Namun, benarkah penerima vaksin Pfizer lebih rentan terpapar Covid-19? "Klaim itu salah dan menyesatkan," kata juru bicara FDA, seperti dikutip dari AFP.
Pihak FDA pun mengatakan lembaganya selalu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data dan informasi yang disampaikan dalam Biologics License Application (BLA) untuk Comirnaty, sebelum membuat keputusan bahwa vaksin tersebut aman dan efektif dalam mencegah Covid-19.
Direktur Pusat Pemodelan dan Analisis Penyakit Menular dari Yale Alison Galvani juga membantah narasi soal vaksin Pfizer itu. Galvani mengungkapkan orang yang diberi vaksin Pfizer akan jauh lebih kecil terpapar, terinfeksi, dirawat di rumah sakit atau bahkan meninggal akibat Covid-19.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah merilis efikasi vaksin Pfizer pada kelompok usia 12-15 tahun, yakni sebesar 100 persen. Sedangkan untuk usia 16 tahun ke atas efikasinya sebesar 95,5 persen, mengacu berita Antara.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.