Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melihat dari Dekat Kampung Asei, Markas Perajin Kriya Kulit Kayu Papua

Antara , Jurnalis-Rabu, 13 Oktober 2021 |17:03 WIB
Melihat dari Dekat Kampung Asei, Markas Perajin Kriya Kulit Kayu Papua
Kampung Asei, Sentani, Jayapura (Foto: Antara/Livia Kristianti)
A
A
A

SALAH satu buah tangan khas Papua yang digandrungi para wisatwan ialah hasil kriya dari kulit kayu yang masih sangat mengandalkan teknik pembuatan tradisional.

Pelancong dapat melihat langsung sentra para perajin menghasilkan produk- produk kriya kulit kayu di Bumi Cendrawasih yaitu di Kampung Asei yang merupakan kampung wisata dan letaknya berada di tengah Danau Sentani.

"Dari kecil sa (saya) melakukan ini, dari zaman nenek moyang kita su (sudah) kerjakan ini tiap hari. Dimulai dari anting- anting sampai sekarang mahir semua kerajinan," kata mama Maryones Onge (46), seorang warga asli yang tinggal di Kampung Asei.

Kerajinan kulit kayu merupakan salah satu mata pencaharian andalan di Kampung Asei. Mulai dari dini anak-anak di kampung adat itu memang diwajibkan mempelajari keterampilan membuat kesenian hasil tangan.

Di masa perhelatan PON XX Papua, orang- orang dari Kampung Asei berduyun-duyun datang ke kota untuk ikut menyemarakan pelaksanaan ajang multievent nasional empat tahunan itu.

Baca juga: Melihat Perbatasan RI-PNG, Destinasi Wisata Favorit Kontingen PON XX Papua

Kampung Asei

(Foto: Antara/Livia Kristianti)

Mereka menjajakan produk-produk keseniannya untuk bisa menjadi pilihan oleh-oleh bagi para pelancong maupun kontingen atlet serta ofisial dari luar Papua yang bertanding di ajang PON Papua.

Setiap harinya mama Maryones bisa membuat banyak kerajinan mulai dari ikat kepala, tas kulit kayu, hingga rumbai tradisional yang menjadi bagian dari pakaian adat dari Negeri Mutiara Hitam.

"Kalau topi (ikat kepala) sehari sa bisa bikin 20 paling banyak, tapi corona kemarin sa kesulitan jual ini," katanya.

Biasanya pada kondisi normal, Kampung Asei selalu ramai pengunjung yang ingin berwisata dan mencari buah tangan asli buatan masyarakat adat. Namun sejak adanya pandemi Covid-19, hasil kerajinan dan kegiatan di kampung wisata Asei terhenti.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement