PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) kembali dimulai pemerintah. Sayangnya pada minggu-minggu awal dimulai, dilaporkan banyak siswa yang terinfeksi Covid-19 sehingga menimbulkan klaster baru yang muncul di sekolah.
Oleh sebab itu, regulasi serta protokol kesehatan yang ketat wajib diterapkan untuk mencegah munculnya klaster. Merangkum dari laman Instagram resmi Satgas Covid-19, bidang Perubahan Perilaku, @satgasperubahanperilaku, Jumat (8/10/2021), berikut strateginya.
1. Strategi protokol kesehatan (Perubahan perilaku atau 3M)
2. Strategi deteksi atau surveilans atau 3T
- Pastikan pelaksanaan tes acak di satuan pendidikan.
- Integrasi aplikasi PeduliLindungi pada satuan pendidikan.
Adapun indikator positivity rate untuk penyesuaian kebijakan PTM terbatas sebagai berikut:
1. Sekolah dengan positivity rate <1%
- Deteksi pihak yang positif Covid-19 untuk dikarantina dan yang kontak erat diisolasi.
- Sekolah tetap berjalan.
2. Sekolah dengan positivity rate 1-5%
- Anggota rombongan belajar dites dan dikarantina.
- PTM terbatas tetap berjalan.
3. Sekolah dengan positivity rate >5%
- Seluruh anggota sekolah dites dan dikarantina.
- PTM terbatas dihentikan sementara, pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilakukan selama 14 hari.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.