SELAMA masa pandemi Covid-19 kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online (PJJ) untuk mencegah penularan virus. Namun pembelajaran secara online ini tidak sepenuhya berjalan efektif, sebab masih banyak siswa yang dilaporkan mengalami learning loss (ketertiggalan pembelajaran) imbas dari sekolah online.
Latas seberapa besar dampak sekolah online pada anak? Psikolog Klinis Remaja dan Dewasa, Jennyfer, M. Psi, mengatakan dampak yang dirasakan akibat pembelajaran secara online tergantung pada anak itu sendiri.
Menurutnya, ada sebagian anak yang nyaman dengan pembelajaran online, tapi sebagian besar di antaranya merasa tidak nyaman. Anak-anak merasa kurang fokus ketika harus belajar online dari rumah.
“Guru tidak bisa memantau semua anaknya, jadi ada yang Cuma menyalakan kamera namun tidak fokus. Sementara orangtua juga menjadi takut karena anak tidak fokus. Ada anak yang sudah fokus tapi tetap tidak bisa menyerap dengan baik karena kemampuan anak dalam belajar itu berbeda," ujar Jennyfer, dalam Live Instagram Series ‘Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Covid-19’.
Lebih lanjut Jennyfer mengatakan, kondisi tersebut akan memengaruhi mental anak. Selain itu selama pembelajaran secara online, membuat guru banyak memberikan banyak tugas dan kondisi inilah yang membuat situasi menjadi lebih sibuk. Meski demikian, Jennyfer megimbau para orangtua untuk tidak khawatir secara berlebihan, sebab dengan cara yang tepat, anak masih dapat diaur dan dikendalikan.