STUDI terbaru di Inggris mengungkapkan bahwa orang yang menjalani hidup di era pandemi covid-19 ini berisiko tinggi mengalami kenaikan berat badan secara ekstra atau obesitas. Pembatasan gerak pun memberi dampak buruk bagi kesehatan yaitu meningkatnya risiko diabetes tipe 2.
Jadi, menurut paparan hasil studi yang diterbitkan di jurnal 'The Lancet Diabetes and Endocrinology', orang berusia di bawah 40 tahun yang mendaftar di National Health Services (NHS) Diabetes Prevention Programme telah terlihat perbedaan berat badan yang sangat ekstrem, dan rata-rata delapan poin atau 3,63kg lebih berat dari mereka yang mendaftar sebelum pandemi.
Baca juga: Ini Langkah yang Bisa Dilakukan untuk Bantu Korban Kekerasan Seksual
NHS memperkirakan kenaikan berat badan 1 kilogram saja sudah dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes sekira 8 persen.
"Pandemi telah mengubah kehidupan dan membebani pikiran dan tubuh, salah satunya kenaikan berat badan," kata dr Jonathan Valabhji, direktur klinis nasional NHS untuk diabetes dan obesitas, seperti dikutip dari India.com, Senin (6/9/2021).
Peningkatan berat badan juga berisiko alami diabetes tipe 2 yang terkait banyak jenis kanker, kebutaan, amputasi, serta serangan jantung dan stroke.

Baca juga: Bio Farma Buat Alat Tes Covid-19 Metode Kumur, Tidak Lagi Colok Hidung
Bagaimana Studi Dilakukan?
Jadi, studi ini membandingkan berat orang yang berisiko tinggi diabetes tipe 2 yang memulai program pencegahan diabetes dalam naungan NHS selama pandemi covid-19 dengan peserta yang memulai program 3 tahun sebelum pandemi.
Ditemukan bahwa orang yang mendaftar di program NHS ketika pandemi rata-rata berat badannya lebih besar dibanding mereka yang mendaftar program sebelum pandemi terjadi.
Dengan hasil studi ini, peneliti sangat berharap orang-orang yang mengalami kenaikan berat badan selama pandemi agar segera meminta pertolongan ke tenaga profesional, karena risiko diabetes tipe 2 di depan mata.
"Terlebih, mereka yang memiliki masalah diabetes itu dua kali lipat berisiko meninggal dunia ketika terpapar covid-19 dengan gejala parah," terang laporan tersebut.
Baca juga: Merck Buat Obat Molnupiravir, Diklaim Bisa Cegah Covid-19
Diabetes tipe 2 adalah kondisi kompleks dengan berbagai faktor risiko yang mencakup usia, riwayat keluarga, dan etnis. "Hidup dengan obesitas adalah satu-satunya faktor risiko terbesar seseorang bisa mengalami diabetes tipe 2," kata Dan Howarth, kepala perawatan di Diabetes UK.
Lebih lanjut, studi ini menunjukkan bahwa selama pandemi, ada beberapa kelompok orang yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2 akibat tidak menjaga berat badan. "Ini mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan penurunan kualitas kesehatan," tuntasnya.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.