MASKAPAI Qantas akan memberhentikan 2.500 stafnya imbas penguncian atau lockdown di Sydney yang berdampak pada perjalanan udara di seluruh Australia.
“Cuti yang diberikan kepada pilot, awak kabin dan pekerja bandara akan berlangsung setidaknya selama dua bulan,” kata maskapai itu seperti dilansir dari BBC, Rabu (4/8/2021).
Qantas mengatakan akan membayar gaji staf hingga pertengahan Agustus 2021, setelah itu mereka dapat mengajukan pembayaran dari dukungan bantuan pemerintah.
Baca juga: Maskapai Ini Tawarkan 'Penerbangan Misterius' untuk Wisatawan
Sejak Juni, wabah Covid baru telah memaksa sebagian besar negara bagian Australia untuk memberlakukan kembali pembatasan.
Varian Delta yang sangat menular telah memaksa lockdown di beberapa kota dan beberapa penutupan perbatasan negara bagian.
Situasi paling parah di Sydney. Ada sekitar 200 infeksi baru setiap hari, meskipun dikunci sejak 26 Juni.
Hampir semua negara bagian telah melarang pelancong dari kota terbesar di Australia.
Baca juga: Daftar 20 Maskapai Penerbangan Teraman di Dunia Tahun 2021
Kepala eksekutif Qantas Alan Joyce mengatakan wabah Delta terbaru telah menyebabkan ribuan penerbangan dibatalkan.
Qantas dan maskapai beranggaran rendahnya, Jetstar, telah kehilangan sekitar 60% bisnis domestik mereka dari Mei hingga Juli, tambahnya.
Gelembung perjalanan dengan Selandia Baru juga telah ditangguhkan.
Joyce mengatakan maskapai tidak bisa lagi mempertahankan 2.500 pekerja dalam daftar gajinya, tetapi menggambarkannya sebagai tindakan sementara.
"Ini jelas hal yang terakhir kami lakukan, hal ini juga sangat berbeda dari waktu ini tahun lalu ketika kami memiliki lebih dari 20.000 karyawan mengundurkan diri,” katanya
Tahun lalu, Qantas terpaksa memecat sekitar 6.000 staf - sekitar seperlima dari tenaga kerjanya.
Pada bulan Mei, maskapai mengatakan akan melaporkan kerugian tahunan lebih dari 2 miliar.
Pada hari Selasa, Joyce mengatakan perjalanan domestik dapat kembali ke 50-60% dari tingkat normal dengan pembukaan kembali Victoria dan Australia Selatan.
Qantas belum dapat melanjutkan rute internasional, kecuali ke Selandia Baru karena penutupan perbatasan internasional Australia.
Maskapai ini sebelumnya mengatakan kehilangan sekitar 2,3 juta seminggu dari divisi internasionalnya.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.