DALAM menjalankan program vaksinasi Covid-19 nasional, Indonesia sejauh ini sudah memiliki lima jenis vaksin.
Pertama yakni CoronaVac buatan Sinovac Live Science asal Cina, vaksin Covid-19 PT Bio Farma dan Cov2 Bio yang bahan bakunya didapat dari Sinovac Live Science lalu diolah oleh Bio Farma.

Kemudian ada vaksin AstraZeneca, Sinopharm, dan terakhir Moderna yang akan digunakan sebagai suntikan ketiga (booster) penguat bagi para 1,4 juta tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny Lukito dalam waktu dekat akan bertambah lagi satu jenis vaksin yang akan segera mendapatkan izin penggunaan daruratnya, atau Emergency Use Authorization (EUA).
“Dalam waktu dekat juga akan sedang berproses, vaksin Pfizer juga waktu dekat akan keluar EUA nya. Pfizer ada beberapa fasilitas produksi, ada 6. Data yang lengkap sudah ada di dua sampai tiga fasilitas produksi,” ujar Penny, dalam siaran langsung Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI, Selasa (13/7/2021).
Penny menyebutkan, Badan POM akan memproses data lengkap yang sudah masuk dari beberapa fasilitas produksi yang sudah siap terlebih dahulu.
“Data yang lengkap sudah ada di 2-3 fasilitas produksi, sehingga dalam waktu secepatnya lebih dulu yang sudah lengkap data mutunya, dari dua fasilitas produksi akan segera keluar EUA. Menambah pada lima (jenis vaksin) yang sudah diberikan EUA. Terakhir Moderna, yang tadi sudah disampaikan bapak Menteri Kesehatan,” pungkas Penny.
(Dyah Ratna Meta Novia)