Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Oksigen Mulai Langka dan Mahal, Epidemiolog UI: Distribusi Harus Lebih Cepat

Novie Fauziah , Jurnalis-Minggu, 04 Juli 2021 |17:17 WIB
Oksigen Mulai Langka dan Mahal, Epidemiolog UI: Distribusi Harus Lebih Cepat
Ilustrasi tabung oksigen makin langka dan mahal dampak kasus covid-19 melonjak. (Foto: Sudin Perhubungan Jaktim/Antara)
A
A
A

LONJAKAN kasus covid-19 di Indonesia membuat tenaga medis jadi kewalahan menanganinya. Ditambah lagi, pasokan tabung oksigen saat ini mengalami kelangkaan.

Lantas, apakah pemerintah harus turun langsung untuk menggelar operasi besar-besaran tabung oksigen?

Baca juga: Kasus Covid-19 di Bekasi Meningkat, Ketersediaan Oksigen Menipis 

Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) dr Pandu Riono mengatakan tidak perlu adanya operasi besar-besaran oleh pemerintah, tapi bisa melakukan tindakan lainnya. Misalnya, pendistribusian yang lebih cepat.

"Tinggal distribusi yang lebih cepat dan antisipasi," ujar dr Pandu kepada MNC Portal, Minggu (4/7/2021).

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

Lalu bukan hanya langkanya tabung oksigen. Obat-obatan pun mulai dijual dengan harga yang relatif mahal, khususnya untuk terapi penyembuhan covid-19. Di mana masyarakat mengeluhkan harga itu dianggap tidak masuk akal.

Kemudian dr Pandu menyarankan pemerintah mengeluarkan pernyataan untuk melarang penjualan obat dengan harga tinggi. Lalu dilarang menjual obat-obatan berdosis tinggi secara bebas.

Baca juga: Tegas! Polda Metro Bentuk Tim Buru Penimbun Tabung Oksigen 

"Tidak perlu operasi, cukup dilarang jualan obat keras secara bebas," katanya.

Ia menambahkan, sejumlah varian baru covid-19 lebih berbahaya dan cepat penularannya. Sehingga, masyarakat diimbau lebih ketat menerapkan protokol kesehatan.

"Mutan-mutan lebih mudah menular," tegasnya.

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement