Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dokter Relawan Covid-19 Ungkap Penyebab Kelangkaan Pasokan Oksigen di RS

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Sabtu, 03 Juli 2021 |13:25 WIB
Dokter Relawan Covid-19 Ungkap Penyebab Kelangkaan Pasokan Oksigen di RS
Ilustrasi (Foto : Livescience)
A
A
A

LEDAKAN kasus Covid-19 yang semakin tidak terkendali menyebabkan semakin banyak masyarakat yang terinfeksi. Bahkan menurut data yang dihimpun pada 2 Juli 2021, kenaikan positif Covid-19 di Tanah Air meningkat menjadi lebih dari 25 ribu dalam satu hari. Kondisi ini menyebabkan rumah sakit menjadi kolaps karena tidak mampu melayani kenaikan jumlah pasien. Mereka juga menjerit karena kurangnya fasilitas dan perlengkapan medis.

Menanggapi hal tersebut, Influencer Kesehatan Sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adaa’i menjelaskan masalah utama yang dialami banyak rumah sakit selama ledakan kasus Covid-19 di Indonesia hanyalah kamar. Bagi sebagian rumah sakit, kamar perawatan memang tersedia, tapi fasilitas-fasilitasnya yang kurang.

Pasien Covid-19

“Selanjutnya pasokan tabung oksigen yang sangat krusial. Betul, memang oksigen banyak kekurangan di banyak daerah, seperti di Jawa Tengah dan bahkan Jakarta. Fenomena ini terjadi karena kasus yang memang luar biasa membeludak pertama kali dalam sejarah pandemi Covid-19 di Indonesia,” terang dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal, Sabtu (3/7/2021).

Baca Juga : Penjelasan Menkes Budi Terkait Isu Pasokan Tabung Oksigen Jateng Menipis

Pada kesempatan itu, dr. Fajri juga menjelaskan beberapa alasan yang membuat pasokan tabung oksigen menjadi cukup langka saat ini. Sebab banyak orang yang tidak dapat tempat di rumah sakit memutuskan untuk membeli oksigen sendiri. Alhasil kelangkaan oksigen ini bisa terjadi karena memang habis pasokan di rumah sakit, dan bisa pula karena oksigen yang diperjualbelikan di masyarakat.

“Memang betul saat ini oksigen sangat langka. Kemarin saya dengar produksinya masih cukup sebenarnya cuman masalahnya ada pada distribusi. Itu ada hitung-hitungannya. Dan salah satu supplier utama kita PT. Samator, diminta klarifikasi untuk kejelasan masalah tersebut. Jadi kemarin memang masalahnya di supply,” tuntasnya.

Dokter Fajri menjelaskan bahwa, kasus Covid-19 yang semakin meledak, akan menyebabkan angka kematian sebesar 2,7 persen dari total kasus dan angka rawat inap sekira 5-10 persen dari total kasus. Alhasil, jika Wisma Atlet ditambah kapasitasnya 9 ribu, tapi bila diimbangi penambahan kasus Covid-19 sebanyak 9 ribu juga, maka tidak akan terkejar. Sebab dalam sehari bisa masuk 700 orang di Wisma Atlet.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement