Apakah Anda sering mager alias malas gerak sejak pandemi Covid-19, jika iya maka berhati-hatilah. Sebab terlalu sering mager juga tak baik bagi kesehatan tubuh.
Dokter Spesialis Gizi Klinik Siloam Hospitals TB Simatupang Jaksel, Dokter Christopher Andrian, M. Gizi, Sp.GK. menjelaskan, gaya hidup sedentari pada dasarnya adalah kebiasaan mager atau menetap pada suatu posisi dalam waktu lama. Selain itu juga minim beraktivitas secara fisik atau tubuh.

Bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, gaya hidup ini menjadi penyebab utama kematian, penyakit, dan kecacatan di dunia. Wah mengerikan ya.
Oleh karena itu, terang Dokter Christopher, mari lawan keinginan mager dengan membiasakan diri melakukan aktivitas fisik minimal 30-60 menit setiap hari.
Mager sendiri biasanya berupa kurang aktivitas fisik. Contohnya hanya melakukan aktivitas harian yang lebih sering duduk atau berbaring seperti menonton TV, bermain gadget, bekerja di depan komputer atau laptop. Lalu selalu naik kendaraan ke manapun, meski jarak dekat, enggan jalan kaki.
"Malas bergerak dalam jangka waktu panjang dapat meningkatkan resiko penya tidak menular (PTM). Misalnya akan menimbulkan penyakit obesitas, kolesterol tinggi, diabetes dan penyakit jantung bahkan stroke," terang dr. Christopher, Kamis, (27/5/2021).
Lalu apa yang harus dilakukan untuk menghindarkan diri dari gaya hidup mager?
Guna meniadakan ketidakseimbangan asupan yang dikonsumsi dengan kadar kalori minim yang dikeluarkan akibat mager, maka pola makan dan aktivitas fisik dengan rutin berolahraga merupakan solusi yang patut dijalankan. Misalnya dalam beraktivitas sehari-hari seperti mengerjakan pekerjaan rumah tidak bisa disamakan dengan berolahraga.
"Yang dibutuhkan untuk membakar kalori dan lemak dalam berolahraga adalah meningkatkan denyut jantung agar bisa memompa darah secara konstan selama 30-45 menit dalam sehari," ungkap Dokter Christopher.
Sementara itu, untuk pola makan yang sehat, maka perlu diingat adalah batasi penggunaan lemak, caranya yaitu pastikan hanya satu kali dalam mengkonsumsi menu yang digoreng, dan berhenti makan sebelum merasa kenyang.
Dokter Christopher juga mengingatkan agar konsumsi air putih 8 gelas sehari atau total 2 liter. Sedangkan bagi penikmat kopi, direkomendasikan 200 mg kafein per harinya atau setara dengan 2 sendok makan.
"Untuk penggunaan konsumsi kopi, gula, dan suplemen, karena jika dikonsumsi dalam waktu lama akan memperberat kinerja jantung. Kurangi asupan secara bertahap, bagi yang biasa minum kopi 3 sampai 4 gelas sehari menjadi 2 sampai 3 gelas sehari, atau bisa diencerkan komposisinya," katanya mengingatkan.
Dokter Christopher Andrian juga mengingatkan akan pentingnya berolahraga. "Selagi masih sehat maka lakukanlah aktivitas berolahraga dengan rutin guna tetap menjaga tubuh dari serangan berbagai penyakit. Semua orang akan menyesal setelah mengalami penyakit."
(Dyah Ratna Meta Novia)