TAIF di Arab Saudi dikenal sebagai Kota Mawar, karena luasnya perkebunan mawar di sana. Mawar mekar tiap tahun dan minyaknya diolah untuk berbagai produk yang dipasarkan ke berbagai negara. Lalu bagaimana sejarah mawar di Taif?
Pada 11 Mei nanti, Kementerian Kebudayaan Arab Saudi menggelar Festival Mawar Taif dengan beragam aktivitas dan pertunjukan yang akan menarik perhatian pengunjung dari seluruh kalangan.
Latifa Al-Adwani, pengawas Pusat Sejarah Taif mengatakan bahwa mawar Taif adalah jantung dari identitas estetika kota.
Baca juga: Bunga Mawar di Arab Saudi Bermekaran di Bulan Suci
Menurut cerita yang melegenda bahwa lima abad yang lalu seorang sultan Ottoman mempersembahkan bibit mawar Levant kepada seorang bangsawan di Makkah, yang memerintahkan agar bunganya dikirim ke Gunung Al-Hada untuk ditanam di sana, karena daerah ini terkenal dengan kelembutan dan cuacanya dingin.

Ilustrasi mawar (Pixabay)
Melansir Arab News, Rabu (5/5/2021), mawar Taif pertama kali didokumentasikan oleh penjajah Swiss Johann Ludwig Burckhardt yang mengunjungi Taif pada 1814.
Mereka kemudian disebutkan oleh Maurice Tamisier pada tahun 1834, Lean Roches pada tahun 1841, Charles Didier pada tahun 1854 dan wisatawan lainnya.
Salah satu tahapan sejarah utama dari mawar ini ditandai dengan laporan yang dikembangkan oleh panitia dan diterbitkan oleh surat kabar Al-Qibla pada tahun 1920.
Khaled Al-Amri, seorang peneliti dan spesialis mawar Taif, mengatakan kepada Arab News bahwa Taif dikenal sengan dengan mawarnya di Arab Saudi dan di seluruh dunia.
Menurutnya, perkebunan mawar di Taif mampu menghasilkan hampir 800 ton air mawar setiap tahun dengan 40.000 tolas minyak mawar. Setiap tolas terbuat dari 12.000 mawar dan dijual seharga SR1.500 atau sekira Rp5,7 juta.
Baca juga: Hotel di Sekitar Masjidil Haram Makkah Kembali Bisa Terima Tamu
Taif punya 2.000 perkebunan mawar yang terletak pada ketinggian 1.900 meter di atas permukaan laut.
"Namun, sangat penting untuk mencari perkebunan mawar terbaik, yang letaknya jauh dari polusi. Gunung Al-Shafa adalah salah satu lokasi terbaik mawar di sana memiliki aroma yang lebih kua,” ujar Al-Amri.
Al-Amri menuturkan, mawar ditanam setiap tahun pada awal musim "Al-Tarf" Salah satu musim tanam yang mendorong dahan untuk berbuah mawar. Mawar kemudian dipanen mulai 20 Maret dengan proses yang berlangsung selama 35-45 hari.
Menurut Al-Amri, minggu ketiga dari awal produksi menandai puncak musim dan mawar mekar setiap tahun setelah tanam. Rata-rata 50 mawar per hari mekar setiap dianakan.
Sedangkan untuk produksi wewangiannya, Al-Amri mengatakan prosesenya melalui berapa tahapan.
"Antara 12.000-15.000 mawar ditempatkan dalam pot besar berisi 60 liter air. Panci ditutup rapat dan dipanaskan agar air menguap melalui pipa yang terhubung ke tangki air dan dibiarkan mengembun. Lalu dituang ke dalam botol berukuran 20 liter, di mana ekstrak minyaknya bisa ditemukan mengapung di permukaan air mawar yang intens,” jelasnya.
Minyak yang diekstraksi disebut aroos atau pengantin wanita. Air Aroos digunakan untuk tujuan pengobatan dan kosmetik, sedangkan air mawar biasa digunakan dalam makanan penutup.
Al-Amri mengatakan khasiat mawar Taif juga bermanfaat untuk jantung dan gigi. Jika dicampur dengan madu dan gula, air mawar dianggap sebagai obat dahak dan penyakit perut. Ini dapat membantu meredakan sakit kepala dan alergi. Kelopak mawar juga bisa ditambahkan ke dalam teh.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.