Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Istri Ridwan Kamil Positif Covid-19 Setelah Divaksin, Menkes: Masih Bisa Kena

Pradita Ananda , Jurnalis-Senin, 19 April 2021 |17:02 WIB
Istri Ridwan Kamil Positif Covid-19 Setelah Divaksin, Menkes: Masih Bisa Kena
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

ISTRI Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diketahui terpapar Covid-19, padahal dua kali mendapat suntikan vaksin Covid-19. Atalia Praratya mengatakan bahwa dirinya terinfeksi Covid-19 dengan nilai cycle threshold (CT) 14.

Atalia mengaku dirinya sempat kaget dan bingung saat dinyatakan positif Covid-19. Dia mengaku tak mengetahui darimana dirinya tertular virus asal Wuhan, China itu.

"Hari pertama masih kaget, terus bingung ketularan dari mana karena banyak bertemu orang-orang, dan masyarakat," kata dia lewat Instagramnya.

Bahkan, kata Atalia, setiap kali bertemu masyarakat, dirinya selalu taat menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, masker dan hand sanitizer pun tak pernah terlewat digunakan. Lantas, apakah mereka yang sudah mendapatkan vaksin masih bisa tertular virus Covid-19?

Di kesempatan terpisah, Dokter Erlina Burhan, Sp.P (K)., M.Sc., Ph.D selaku dokter spesialis paru, menegaskan bahwa vaksin Covid-19 tidak 100 persen kebal terhadap Covid-19.

"Risiko kena Covid setelah vaksinasi tetap ada, tapi akan jauh lebih rendah dan gejala klinisnya juga ringan (kalau terinfeksi). Kalaupun sakit, karena sudah ada imunitas dari vaksin maka sakitnya ringan-ringan saja,” tegasnya.

Senada, saat menemani Wakil Presiden Ma'ruf Amin divaksin, memang Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berharap masyarakat yang sudah menyelesaikan vaksinasi untuk tetap berhati-hati. Misalnya dengan bepergian tanpa menggunakan masker atau tidak menjaga jarak.

Menurut Budi, kekebalan atau imun tubuh tidak langsung terbentuk ketika vaksin disuntikan. Butuh waktu sekitar 28 hari setelah disuntikan, barulah kekebalan terbentuk secara optimal.

"Banyak yang bertanya habis divaksin kok masih bisa kena? Perlu saya sampaikan kekebalan secara optimal terbentuk 28 hari setelah vaksinasi," jelas Budi.

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menjelaskan cara kerja dari vaksin. Di mana vaksin adalah mempunyai fungsi untuk meningkatkan imunitas dengan membentuk antibodi.

"Apakah masih bisa tertular? Masih. Cuma karena imunitas kita antibodinya sudah baik kalau virusnya masuk dibunuhnya cepat oleh antibodi itu. Masih bisa kena? Masih," tutur dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement