KOREA Selatan akan menutup lagi kelab malam, bar karaoke, dan fasilitas hiburan malam lainnya setelah jumlah kasus COVID-19 meningkat. Peningkatan jumlah kasus virus corona menimbulkan kekhawatiran akan potensi gelombang keempat pandemi virus corona.
Perdana Menteri Korea Selatan Chung Sye-kyun mengumumkan pembatasan, yang mulai berlaku sejak Senin hingga tiga pekan ke depan, setelah kasus harian COVID-19 melonjak ke level tertinggi selama tiga bulan dalam beberapa hari belakangan.
Baca juga: Berencana ke Korea? Coba Daerah Banwol dan Bakji, Anda Pasti Terpukau
Ia menyatakan jam malam pukul 22.00 dan larangan pertemuan lebih dari empat orang masih berlaku.
"Tanda-tanda gelombang keempat epidemi yang sudah kita tekan sekuat tenaga semakin dekat dan semakin kuat," kata Chung saat konferensi pers harian soal COVID-19.
"Kami akan terus mempertahankan tingkat pembataan sosial saat ini, namun secara gencar memperkuat berbagai langkah spesifik yang tergantung pada situasi."
Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea (KCDA) melaporkan 671 kasus baru COVID pada Kamis 8 April 2021, sehari setelah jumlah harian mencapai level tertinggi sejak awal Januari.
Baca juga: Pulau Ini Disulap Jadi Serba Ungu demi Pikat Wisatawan
Klaster COVID bermunculan dari gereja, bar, dan pusat kebugaran. Fasilitas itu sebagian besar berada di area Seoul.
Total infeksi COVID-19 di Korsel berjumlah 108.269, dengan 1.764 korban meninggal.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.