Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Makna Tari Cucuk Lampah dan Tari Gelombang di Syukuran Atta-Aurel ke Pelaminan

Riezky Maulana , Jurnalis-Sabtu, 03 April 2021 |21:24 WIB
Makna Tari Cucuk Lampah dan Tari Gelombang di Syukuran Atta-Aurel ke Pelaminan
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Usai menjalani akad nikah tadi siang, pasangan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah malam ini melanjutkan acara dengan menggelar syukuran. Acara yang digelar mulai pukul 19.00 WIB di MNCTV ini dapat disaksikan langsung di layar televisi.

Dalam acara syukuran, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah menyandingkan dua adat secara bersama yakni adat Jawa dan Minang.

Prosesi syukuran dimulai dengan Tari Cucuk Lampah yang berasal dari adat Jawa. Cucuk lampah sendiri adalah sebuah tarian yang bertujuan menolak bala saat acara resepsi berlangsung agar dapat berjalan lancar.

 Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah

Baca juga: Aurel Hermansyah Pakai Suntiang Minang di Acara Syukuran Akad, Cantik Banget!

Lantunan senandung Bahasa Jawa mewarnai proses masuknya kedua orang tua dari Atta Halilintar. Di belakangnya, menyusul orang tua dari Aurel Hermansyah.

Selepas cucuk lampah, Atta-Aurel masuk masuk ke dalam lokasi acara dengan diiringi oleh alat Gendang Tabuik dan Tari Gelombang khas Minangkabau.

Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah 

Baca juga: Intip Souvenir Elegan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, Netizen: Beda Kasta

Sekadar informasi, pengucapan kata "gelombang" dalam bahasa Minangkabau menggambarkan gerakan lincah tubuh para penari yang melakukan gerakan turun naik bagaikan gelombang laut. Sementara, gerakan kaki dan tangan pada umumnya menggambarkan jurus silat Minang.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement