Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Alasan Tiap Vaksin Covid-19 Punya Jeda Waktu Penyuntikan Berbeda

Pradita Ananda , Jurnalis-Selasa, 09 Maret 2021 |13:48 WIB
Ini Alasan Tiap Vaksin Covid-19 Punya Jeda Waktu Penyuntikan Berbeda
Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)
A
A
A

MESKI sama-sama bekerja sebagai pencegah menularnya virus corona, setiap jenis vaksin covid-19 memiliki interval atau jeda waktu berbeda dalam penyuntikannya. Jadi, ada rentang waktu antara penyuntikan vaksin covid-19 dosis pertama dengan dosis kedua.

Selama ini masyarakat Indonesia sudah familier dengan interval Vaksin CoronaVax buatan PT Sinovac Biotech asal China yakni 14 hari. Namun ternyata tidak demikian dengan interval dari vaksin covid-19 lainnya.

Baca juga: BPOM Terbitkan Izin Vaksin AstraZeneca dengan Kemanjuran 62% 

Misalnya Vaksin Pfizer, Moderna, atau AstraZeneca yang baru saja tiba di Indonesia pada Senin 8 Maret 2021, diketahui memiliki rentang 28 hari antara penyuntikan dosis pertama dengan penyuntikan dosis kedua. Ada juga Vaksin Sinopharm dan Novavax yang diketahui mempunyai jarak vaksin selama 21 hari.

Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Okezone)

Lalu apa sebenarnya alasan interval waktu penyuntikan setiap vaksin covid-19 bisa berbeda-beda?

Baca juga: Dapat Izin BPOM, Kenali Sederet Efek Samping Vaksin AstraZeneca 

Sebagaimana dituturkan dokter ahli spesialis paru, Dr dr Erlina Burhan M.Sc SpP(K), adanya interval yang berbeda untuk setiap jenis vaksin itu adalah karena platform dasar dari masing-masing vaksin sudah berbeda antara satu sama lain.

"Jadi memang vaksin itu ada beberapa jenis yang hadir dengan platform berbeda. Ada vaksin yang tipenya itu virusnya dimatikan seperti Sinovac, ada yang tipenya RNA seperti Pfizer, ada pula yang sifatnya platformnya itu pengganti virus contohnya kayak AstraZeneca. Walau berbeda, enggak jauh beda. Jedanya dua, tiga, sampai empat minggu," tutur dr Erlina dalam webinar, Selasa (9/3/2021).

Dalam kesempatan yang sama, ia juga sempat menjelaskan sedikit perihal dampak apa yang akan dialami seseorang jika melewatkan jadwal vaksinasi covid-19 dosis kedua. Dijelaskan, jika sampai terlewat disuntik vaksin dosis kedua akan sangat disayangkan karena antibodi yang sudah terbentuk dari penyuntikan vaksin covid-19 dosis pertama tidak bisa maksimal bekerja untuk memberikan proteksi melawan penyakit covid-19.

"Di suntikan pertama antibodinya terbentuk, dibutuhkan suntikan kedua agar jumlah antibodinya optimal bisa kasih proteksi. Kalau sampai enggak divaksin yang kedua, ya artinya antibodi yang terbentuk enggak optimal untuk menghasilkan kekebalan,” tutup dr Erlina.

Baca juga: Indonesia Terima 1,1 Juta Dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca 

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement