Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banyak Orang Tiba di Indonesia Positif Covid-19, Ahli Epidemiologi: Tidak Mengejutkan

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 22 Februari 2021 |12:53 WIB
Banyak Orang Tiba di Indonesia Positif Covid-19, Ahli Epidemiologi: Tidak Mengejutkan
Pandemi Covid-19 (Foto: Oddity)
A
A
A

Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Doni Munardo, mengungkapkan bahwa ada 1.214 orang tiba di Indonesia terkofirmasi positif Covid-19. Mereka termasuk 122 WNA dan 1.092 WNI repatriasi.

Padahal, kata Doni, semua itu membawa surat keterangan bebas Covid-19. Masalah ini sedang diselidiki lebih lanjut. Meski begitu, peraturan ketat orang yang baru tiba di Indonesia diterapkan untuk menghentikan penyebaran virus.

 datang dari luar negeri membawa Covid-19

Ya, setelah tiba di Indonesia, pemerintah meminta mereka melakukan karantina mandiri selama 5 hari di lokasi yang mereka pilih sendirin dengan biaya ditanggung pribadi. Setelah itu, mereka wajib melakukan tes PCR untuk memastikan status kesehatannya.

Menanggapi adanya kasus WNI dan WNA tiba di Indonesia dengan status kesehatan terkonfirmasi positif, Ahli Epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman, menjelaskan bahwa itu bukan hal yang mengejutkan baginya.

"Menanggapi kabar ini, ada beberapa poin yang mau saya sampaikan. Pertama, informasi tersebut tidak mengagetkan (mengejutkan), karena situasi pandemi sekarang ini belum terkendali di level global," kata Dicky pada Okezone, Senin (22/2/2021).

Poin berikutnya, Dicky mengapresiasi garda terdepan yang dimiliki Indonesia, terutama di kantor kesehatan pelabuhan (KKP) yang sudah menunaikan tugasnya dengan sangat baik sehingga mereka dapat mendeteksi kasus positif ini.

Lebih lanjut, kasus ini jadi catatan bahwa tidak ada jaminan orang masuk ke Indonesia dengan surat keterangan bebas Covid-19. Syarat tersebut merupakan upaya pemerintah melindungi negara dari kasus import.

Dicky menerangkan, dalam poin kewajiban orang dari luar Indonesia membawa surat keterangan bebas Covid-19, itu harus dilihat juga dari negara mana mereka datang.

"Katakanlah dari Australia. Negara itu status transmisi komunitasnya tidak ada atau artinya kasusnya nol. Dari situ tentu kualitas dan validitas hasil, serta potensi adanya periode jendela sangat amat kecil," paparnya.

Beda kasus jika mereka datang dari negara dengan kasus Covid-19 yang belum terkendali dengan baik seperti dari India, Malaysia, Inggris, atau Amerika Serikat. Mereka yang datang dari negara-negara itu tentu potensi periode jendelanya tinggi dan kemungkinan datang dengan status terkonfirmasi positif bisa terjadi.

Berkaca dari kasus tersebut, Dicky menyarankan agar orang yang mau datang ke Indonesia seminggu sebelumnya banyak di rumah.

"Jadi, usahakan untuk seminggu sebelumnya mereka diminta untuk banyak di rumah dan tentunya disiplin melakukan protokol kesehatan 5M. Baru, tiga atau satu hari sebelum keberangkatan melakukan tes diagnosa Covid-19," sarannya.

Dicky pun meminta kepada pemerintah untuk melakukan tes genom sequencing pada mereka yang dinyatakan masih positif meski sudah karantina 5 hari. Sebab, di masa seperti sekarang yaitu situasi pandemi yang belum membaik, perjalanan antarnegara memiliki tingkat risiko tinggi membawa varian baru Covid-19.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement