Ada satu hidangan yang selalu muncul saat perayaan Imlek atau Tahun Baru China, bisa tebak? Ya, apalagi kalau bukan kue keranjang.
Kue keranjang atau Nian Gao adalah kue dengan cita rasa manis, populer dimakan sebagai hidangan penutup alias dessert dalam perayaan Imlek. Awalnya, kue keranjang digunakan sebagai persembahan dalam ritual perayaan.

Latar belakang sejarah dari kue keranjang atau Nian Gao ini sudah sangat lama, setidaknya 1000 tahun lalu. Di awal masa Dinasti Liao (907-1125) masyarakat di Beijing diketahui memiliki memakan kue ini sebagai kue Tahun Baru pada hari pertama di tahun Lunar. Lalu berlanjut ke Dinasti Ming (1368–1644) dan Dinasti Qing (1644–1911) hingga hari ini, kue keranjang telah menjadi camilan rakyat biasa pada umumnya.
Baca Juga : Kue Keranjang, Makanan Khas Imlek Simbol Kerukunan
Baca Juga : Resep Kue Keranjang yang Sering Disajikan saat Imlek, Kenyal dan Manis
Mengutip Chinahighlights, Jumat (12/2/2021) menyantap kue keranjang selama perayaan Imlek dilambangkan sebagai keberuntungan dan harapan untuk kemakmuran dalam hal rezeki yang lebih banyak, posisi jabatan lebih tinggi, keluarga dan tahun yang lebih baik secara keseluruhan.
Kue keranjang biasanya dibuat dari tepung ketan, tepung terigu, garam, air, dan gula. Cara memasaknya pun bervariasi, bisa dikukus, digoreng, atau bahkan dimakan dingin. Masyarakat di bagian Utara Cina, biasanya menyajikan kue keranjang dengan metode dikukus atau digoreng. Lain lagi dengan di Cina bagian Selatan, kue keranjang rasanya bisa manis atau asin dan diolah dengan cara dikukus, diiris-iris lalu digoreng atau bahkan dimasak dalam sup.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.