Presiden Joko Widodo menilai pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid pertama tidak efektif. Diperlukan upaya lebih konkrit untuk menurunkan angka Covid-19 yang terus beranjak naik.
Tapi, PPKM jilid dua sudah mulai dijalankan, terhitung sejak 26 Januari hingga 8 Februari 2021. Banyak pihak berharap agar hasil evaluasi PPKM kali ini memberi dampak nyata pada kasus Covid-19 di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan, pihaknya menyadari bahwa PPKM jilid pertama dampaknya kurang efektif. Karena itu, di PPKM jilid 2 pemerintah menggandeng influencer untuk menyuarakan pesan pentingnya protokol kesehatan.
"Kami yakin, dengan cara komunikasi influencer, bisa lebih mudah diterima masyarakat betapa pentingnya menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas," kata Argo di Webinar, Jumat (5/2/2021).
Influencer yang dimaksud Argo di sana ternyata para pemuka agama. Ya, pihak kepolisian menggandeng ulama-ulama dengan massa umat yang banyak agar bersama menyampaikan pentingnya protokol kesehatan dalam upaya menghentikan penyebaran Covid-19 di masyarakat.
Selain dengan influencer, upaya lain yang sudah dilakukan adalah bersinergi dengan kelompok komunitas atau organisasi lain dengan tujuan serupa. Lalu, bersama-sama membagikan masker dan handsanitizer ke masyarakat.
"Kami juga dengan TNI sudah ke wilayah, jadi kami tetap mengajak masyarakat untuk disiplin dan patuh prokes dengan bahasa yang mudah dipahami," tambah Argo.
Sementara itu, tanggapan Kementerian Kesehatan terkait upaya apa yang akan dilakukan setelah PPKM jilid pertama dinilai tidak efektif diwakili Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi.
"Ada baiknya kami menunggu hasil evaluasi Satgas Covid-19 lebih lanjut," terang Nadia.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.