PEMERINTAH Indonesia resmi memulai program vaksinasi covid-19 pada 13 Januari 2021. Tenaga kesehatan (tenkes) menjadi prioritas karena dinilai sebagai kelompok rentan yang mudah terpapar covid-19 selama bertugas. Meski demikian, banyak yang menilai pemerintah tampak tidak begitu masif dalam melakukan sosialisasi terhadap proses vaksinasi.
Menjawab hal tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sosialisasi yang dilakukan pemerintah memang tidak terlalu masif sebab sasaran utamanya menyasar kepada para tenaga kesehatan. Oleh karena itu, proses sosialisasi dan komunikasi terkait vaksinasi covid-19 lebih mengarah kepada organisasi profesi.
Baca juga: Menkes: Dalam 12 Bulan Diharapkan 70% Rakyat Indonesia Selesai Divaksin
"Pada awal Januari 2021 masih banyak pertanyaan dari para tenkes. Mereka adalah orang rasional dan paham terhadap dunia kesehatan, sehingga komunikasinya dilakukan oleh ketua organisasi," tutur Menkes Budi dalam webinar 'Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit' yang disiarkan langsung MNC Portal Indonesia, Sabtu (30/1/2021).
Menkes Budi mengatakan pemerintah telah bekerja sama dengan sejumlah organisasi kesehatan seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ahli Penyakit Dalam Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, dan masih banyak lainnya untuk menyosialisasikan dan mengomunikasikan program vaksinasi kepada semua tenkes di Tanah Air.
Baca juga: Menkes Tegaskan Vaksinasi Wajib Anak Tetap Berjalan di Tengah Pandemi Covid-19
"Dengan cara ini diharapkan komunikasinya bisa lebih terarah pada teman-teman yang bekerja di lembaga sektor kesehatan," tuntasnya.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.