Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Terapkan PSBB Jawa-Bali, Epidemiolog: Sudah Saya Prediksi Sejak November 2020

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Kamis, 07 Januari 2021 |17:15 WIB
   Pemerintah Terapkan PSBB Jawa-Bali, Epidemiolog: Sudah Saya Prediksi Sejak November 2020
Pandemi Covid-19 (Foto: Pixabay)
A
A
A

Keputusan pemerintah melakukan pembatasan mobilitas masyarakat di Jawa-Bali alias PSBB Jawa-Bali mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021 sedang menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Kementerian Kesehatan menyebut ada setidaknya 7 provinsi yang bakal dibatasi.

Ketujuh provinsi tersebut adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan bahwa sejak November 2020 ia telah memprediksi bahwa pemerintah harus melakukan PSBB lagi.

Sebab banyak sekali momen yang berpotensi meningkatkan tren meningkatnya kasus baru Covid-19 seperti Pilkada, serta Libur Natal dan Tahun Baru yang waktunya sangat berdekatan.

 pandemi Covid-19

“Sejak November lalu saya ingatkan sebelum adanya Pilkada, kalau memang Pilkada jadi dilaksanakan ya kita harus siap dengan opsi PSBB se-Jawa dan Bali. Sebab pada saat itu pun tren kasus Covid-19 sudah sangat serius,” terang Dicky, saat dihubungi Okezone, Kamis (7/1/2021).

Menurut dr. Dicky mobilisasi massa saat pandemi Covid-19 akan semakin memperburuk situasi yang ada di Tanah Air. Terlebih dengan adanya libur Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: 4 Photoshoot Sassha Carissa Cantik Paripurna, Netizen: Wow Bidadari Langit!

“Dengan adanya PSBB ini, artinya pemerintah memiliki waktu untuk mempersiapkan koordinasi antar pusat daerah yang selama PSBB sebelumnya tidak maksimal. Ditambah dengan penemuan intra-action review (IAR) WHO yang juga memperkuat tugas yang masih harus di-follow up oleh pemerintah,” tuntasnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement