SIDIK jari adalah salah satu komponen penting di tubuh manusia. Tapi, ternyata ada beberapa orang yang terlahir tanpa memiliki sidik jari. Contohnya keluarga Sarker di Bangladesh.
Selama beberapa turunan generasi para pria di keluarga Sarker terlahir dengan ujung jari yang sangat halus. Keadaan ini membuat sidik jari mereka tidak terbaca.
Baca juga: Selain Sidik Jari, Ini 8 Bagian Tubuh yang Tunjukkan Identitas Seseorang
Kondisi tersebut kemudian menjadi masalah. Pasalnya, para pria di keluarga Sarker tidak bisa mendapatkan SIM karena tak bisa memberikan cap sidik jari sebagai komponen data yang diperlukan.

"Saya sudah bayar biasanya, sudah lulus tes ujiannya, tapi mereka tak bisa menerbitkan SIM tersebut karena saya tak bisa memberikan sidik jari. Ini pengalaman yang memalukan bagi saya," kata Amal Sarker, seperti dikutip dari Oddity Central, Selasa (29/12/2020).
Baca juga: Sains dalam Alquran, Fakta Menakjubkan Sidik Jari
Tidak hanya itu, para pria di keluarga Sarker juga kesulitan membeli kartu SIM untuk ponsel karena Pemerintah Bangladesh menetapkan regulasi, siapa pun yang membelinya harus punya data sidik jari yang cocok dengan database nasional.
Akibat tidak mempunyai sidik jari, Apu dan Amal Sarker tak bisa membeli kartu SIM dan harus membelinya dengan atas nama sang ibu.
Kondisi unik yang dialami oleh pria-pria di keluarga Sarker ini disebut sebagai Adermatoglyphia. Kondisi genetik yang sangat langka yang baru diketahui pada 2007, ditemukan oleh Peter Itin, seorang dokter kulit di Swiss.
Adermatoglyphia diketahui sangat langka. Sejauh ini hanya dialami beberapa orang di penjuru dunia.
Baca juga: Ini Penjelasan Alquran dan Sains tentang Sidik Jari Pembeda Antarmanusia

(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.