MAKAN bersama di lokasi wisata pastinya jadi salah satu agenda yang dipilih saat liburan. Momen tersebut bisa dilakukan di restoran area lokasi wisata atau Anda dan keluarga memilih makan di tempat umum udara terbuka sambil menikmati suasana alam.
Tapi yang menjadi pertanyaan, apakah aktivitas makan bersama di lokasi wisata seperti itu aman dari paparan covid-19? Bagaimana dokter menilai hal tersebut?
Baca juga: Supaya Cepat Sembuh, Pasien Covid-19 Wajib Hindari 5 Asupan Ini
Menurut dokter spesialis penyakit dalam dr Mohammad Irfan SpPD, makan bersama di lokasi wisata atau tempat terbuka boleh-boleh saja, asal dengan beberapa catatan.
"Ya, sebaiknya cari tempat makan yang bersih, penjualnya menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, dan mengatur jarak tempat duduk. Carilah tempat makan yang ada ruangan terbukanya, hindari ruangan ber-AC dan sempit," terang dia dalam keterangan resmi yang diterima Okezone belum lama ini.
Tidak hanya itu, ia menyarankan agar setiap orang membawa alat makan sendiri. Ini berkaitan dengan meminimalisasi risiko transmisi kuman penyakit dari satu orang ke orang lain, bukan hanya covid-19.
"Jadi sebisa mungkin untuk makan pakai alat makan sendiri, bila perlu bawa makanan sendiri yang lebih aman dan bersih," imbaunya.
Baca juga: Terpapar Covid-19 saat Liburan, Dokter Sarankan Segera Ambil Langkah Ini
Lalu, bagaimana menyiasati momen makan agar tidak terpapar covid-19, karena ketika itu pasti tidak menggunakan masker?
"Jangan berhadapan langsung dengan orang lain ketika makan. Posisi makan sebaiknya zig zag dan sebaiknya pada saat membuka masker tidak sambil berbicara," jelasnya.
Makan di tempat terbuka dianggap lebih baik, dibandingkan makan bersama dengan jarak yang tak terkontrol dan di ruangan tertutup. Hal ini sebagaimana disampaikan dokter spesialis penyakit dalam dr Nugraheni Irda SpPD.
"Tempat yang terbuka lebih baik dibandingkan ruang tertutup dari segi penularan covid-19. Di ruangan terbuka, udara segar terus bergerak dan berganti membantu menyebarkan cairan atau mikro partikel sehingga kepadatan virusnya berkurang," paparnya.
Ia menambahkan, kalau ruangan tertutup terdapat persebaran virus melalui cairan (mikropartikel) yang dilepaskan ke udara saat berbicara, batuk, atau bersin; dan itu akan bertahan di ruangan tersebut saja. Makanya, sangat penting yang ventilasi udara.
Baca juga: Risiko dan Efek Samping Pakai Hand Sanitizer Setiap Hari
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.