Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Covid-19 Masih Jadi Isu Global, Ini 7 Cara Vaksinasi Selain Disuntik

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 22 Desember 2020 |10:52 WIB
Covid-19 Masih Jadi Isu Global, Ini 7 Cara Vaksinasi Selain Disuntik
Cara vaksinasi selain disuntik (Foto : Vox)
A
A
A

Vaksinasi Covid-19 menjadi isu global yang banyak dibicarakan. Bukan hanya soal jenis vaksin apa yang paling oke, tetapi publik pun bertanya teknik vaksinasi selain disuntik apakah ada?

Tak bisa dipungkiri, banyak orang yang takut akan jarum suntik. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi negara yang ingin melakukan vaksinasi massal kepada warganya.

Nah, bicara soal teknik vaksinasi, menurut laporan The Vox, ada 7 cara vaksinasi selain disuntik yang sudah diterapkan dalam dunia medis. Apa saja teknik tersebut?

1. Vaksin mikroinjeksi

Meski terdengar sama-sama disuntik, teknik yang satu ini sejatinya tidak menggunakan jarum. Ya, vaksin dimasukkan ke dalam alat lalu disemprotkan ke tubuh dengan tekanan tinggi - semburan cairan masuk ke dalam kulit.

2. Vaksin semprot hidung

Vaksinasi

Pilihan vaksinasi tanpa jarum lainnya adalah vaksin flu semprot hidung. FluMist yang telah ada selama bertahun-tahun menjadi alternatif lain dari teknik vaksinasi yang ada di dunia medis.

Perbedaan dari vaksinasi ini adalah semprotan hidung memerlukan penggunaan virus flu hidup (meski dalam versi yang lebih lemah), tidak seperti suntikan flu standar.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan anak-anak berusia 2 hingga 8 tahun mendapatkan semprotan hidung, karena penelitian menunjukkan bahwa vaksin tersebut bekerja lebih baik untuk kelompok tersebut daripada suntikan standar.

Baca Juga : Jangan Khawatir, Ini Efek yang Timbul Usai Disuntik Vaksin Covid-19

3. Vaksin injektor kulit

Kebanyakan vaksin yang disuntikkan itu mengarah ke otot, tapi untuk vaksin ini sasaran utamanya adalah kulit. Vaksin Fluzone Intradermal menggunakan microneedle yang mana capaian jarumnya hanya di kulit.

Keunggulan vaksin ini adalah karena kulit memiliki banyak sel kekebalan, suntikkan yang dibutuhkan jadi lebih sedikit dibandingkan vaksin tradisional.

4. Vaksin 'Microneedle-patch'

Vaksinasi

Para peneliti di Georgia Tech dan Emory University mengerjakan 'microneedle patch' yang tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Sebab, vaksin yang disuntikkan hanya menyasar ke kulit.

5. Vaksin inhalan

Vaksinasi

Menurut Wired, perusahaan Aktiv-Dry memproduksi vaksin campak yang dapat dihirup dan itu terbukti berhasil meski penelitian dilakukan pada monyet. Jadi, vaksin ini berisi bubuk kering yang menargetkan sistem pernapasan.

6. Vaksin Listerine-strip-style

Menurut Wired, Arid Pharmaceuticals berkolaborasi dengan peneliti Universitas Johns Hopkins membuat vaksin Listerine-strip-style yang mana vaksin ini berupa strip mulut yang dapat larut di lidah, dirancang untuk vaksinasi rotavirus pada bayi.

"Seperti strip Listerine, vaksin ini memiliki lapisan tipis dan cepat larut ketika terkena air liur. Vaksin ini memiliki cangkang yang melindungi virus saat bergerak melalui asam lambung ke usus kecil," kata Gina Kolata, perwakilan perusahaan.

7. Vaksin jarum suntik mulut yamuk

Konsep gigitan nyamuk yang tidak terasa mengilhami para peneliti di Universitas Kansai, Jepang, menciptakan vaksin dengan jarum suntik mulut nyamuk. Jadi, alat suntikknya dibuat bergerigi dan bergetar yang kemungkinannya membuat jarum yang menembus kulit terasa lebih sedikit tekanan.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement