Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Taman Pintar Yogyakarta Ajari Traveler Pilah Sampah yang Benar

Dewi Kania , Jurnalis-Sabtu, 12 Desember 2020 |22:07 WIB
Taman Pintar Yogyakarta Ajari Traveler Pilah Sampah yang Benar
Ilustrasi. (Foto: Kemenparekraf)
A
A
A

TAMAN Pintar Yogyakarta menggaet wisatawan di tengah pandemi dengan kegiatan positif. Salah satunya objek wisata tersebut menjadi tempat edukasi pengelolaan sampah daur ulang.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan,pengelolaan sampah dan daur ulang masih menjadi masalah di Yogyakarta. Karenanya pemerintah selalu edukasi sampah menggandeng banyak kalangan.

"Pengelolaan sampah tidak hanya membantu melestarikan planet ini tetapi juga berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang bagi masyarakat," katanya lewat keterangan resminya.

Baca Juga: Yuk Belajar dari Jepang Cara Buang Botol Plastik yang Benar

Heroe mengajak wisatawan serta masyarakat Yogyakarta agar tepat dalam memilah sampah. Terlebih untuk sampah botol plastik, kemasan makanan atau minuman.

 sampah

"Kami mendorong warga Yogyakarta untuk mempelajari lebih lanjut tentang pemilahan sampah dan daur ulang kemasan karton bekas minum," tambahnya.

Saat berkunjung ke Taman Pintar Yogyakarta, wisatawan akan belajar tentang pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab, proses 3L #LipatLetakLepas, daur ulang karton dan produk akhir apa yang dapat dihasilkan dari daur ulang kemasan karton bekas minum. Kegiatan ini tentu bermanfaat dan harapannya bisa diterapkan di mana saja.

 

Berdasarkan studi yang dilakukan di lima kota besar di Indonesia, hampir separuh masyarakat setempat mulai memilah sampahnya di rumah. Di antara mereka yang telah memilah sampah, 77,6 persen sudah mulai memisahkan sampahnya menjadi dua kategori, basah dan kering.

Meskipun persentase ini tinggi, guna memastikan efisiensi daur ulang, masih ada kebutuhan untuk mengedukasi konsumen untuk memisahkan jenis sampah lebih dari dua kategori ini.

Baca Juga: Viral Pengantin Baru Pilih Bersih-Bersih Pantai Ketimbang Bulan Madu

Perwakilan Tetra Pak Indonesia 

Reza Andreanto
Reza Andreanto menambahkan, Indonesia adalah salah satu negara penghasil kertas terbesar di ASEAN dan negara ini mengimpor sekitar 4,5 juta ton limbah kertas untuk dijadikan bahan baku industri penghasil kertas. Hal ini merupakan sebuah bukti bahwa kemasan karton bekas minum memiliki potensi yang sangat besar.

"Kami akan terus mengedukasi dan menginformasikan kepada konsumen tentang pentingnya memilah sampah ke dalam kategori lain, seperti kemasan karton bekas minum (UBC)," pungkas Andreanto.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement