PENYANYI Bunga Citra Lestari (BCL) melakukan tes swab sendiri di rumahnya. Ia tampak melakukan swab test atau tes usap sendiri kepada Vidi Aldiano saat datang ke rumahnya. Hal itu diketahui dari unggahan Instagram Stories Vidi Aldiano.
Meski bisa dilakukan oleh semua orang, tes swab memiliki beberapa aturan yang harus dilakukan. Teknik swab atau usap sendiri adalah metode pengambilan sampel yang terdiri dari nasofaring (hidung) dan orofaring (tenggorokan). Pengambilan sampel ini berfungsi mendiagnosis virus corona (covid-19).
Baca juga: Heboh Bunga Citra Lestari Tes Swab Sendiri, Amankah? Ini Kata Penelitian
Ada aturan dan tata cara yang harus dilakukan dalam pengambilan spesimen nasofaring untuk tes swab. Apa saja? Berikut urutannya, seperti dikutip dari Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:
1. Persiapkan cryotube yang berisi media transport virus (Hanks BSS + Antibiotika). Dapat juga digunakan VTM (Viral Transport Medium) komersial yang siap pakai (pabrikan).

2. Berikan label yang berisi Nama Pasien dan Kode Nomor Spesimen. Jika label bernomor tidak tersedia maka penamaan menggunakan marker atau pulpen pada bagian berwarna putih di dinding cryotube (jangan gunakan Medium Hanks bila telah berubah warna menjadi kuning).
3. Gunakan swab yang terbuat dari dacron atau rayon steril dengan tangkai plastik atau jenis Flocked Swab (tangkai lebih lentur). Jangan menggunakan swab kapas atau swab yang mengandung Calcium Alginat atau swab kapas dengan tangkai kayu, karena mungkin mengandung substansi yang dapat menghambat menginaktifasi virus dan dapat menghambat proses pemeriksaan secara molekuler.
Baca juga: BCL Tes Swab Mandiri, Boleh atau Tidak? Dokter Relawan Covid-19 Ingatkan Ini
4. Pastikan tidak ada Obstruksi (hambatan pada lubang hidung).
5. Masukkan secara perlahan swab ke hidung, pastikan posisi swab pada Septum bawah hidung.
6. Masukkan swab secara perlahan-lahan ke bagian nasofaring.
7. Swab kemudian dilakukan gerak memutar secara perlahan.
8. Kemudian masukkan sesegera mungkin ke dalam cryotube yang berisi VTM.
9. Patahkan tangkai plastik di daerah mulut cryotube agar cryotube dapat ditutup dengan rapat.
10. Pastikan label kode spesimen sesuai dengan kode yang ada di formulir penyelidikan epidemiologi.
11. Cryotube kemudian dililit parafilm dan masukkan ke Plastik Klip. Jika ada lebih dari satu pasien, maka Plastik Klip dibedakan terpisah. Untuk menghindari kontaminasi silang.
12. Simpan dalam suhu 2-8 derajat Celsius sebelum dikirim. Jangan dibekukan dalam Freezer.
Baca juga: Sama-Sama Di-Swab, Yuk Kenali Perbedaan Tes PCR dan Antigen

(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.