PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Keerom, Papua mencanangkan wilayah Arso 14 di Distrik Skamto sebagai kawasan percontohan agrowisata durian dan porang atas inisiasi Paguyubuan Pasundan Papua.
Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Keerom, Ridwan Rumasukun mengungkapkan, hal ini merupakan satu ide cerdas dalam melihat peluang yang ada. Pemerintah kata dia, tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk membangun perekonomian.
"Kini, sedang ada program pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19 sehingga inisiatif membangun kawasan agrowisata dinilai sangat tepat diterapkan karena sejauh ini konsep tersebut belum ada di Papua," ujarnya, Minggu (29/11/2020).
Baca juga: Daftar Minuman Populer Korea Selatan yang Jarang Diketahui Orang
Ia menambahkan, agrowisata ini sesuatu yang baru di Papua namun telah mengglobal sehingga pihaknya berharap dapat dikembangkan dan diteruskan di seluruh wilayah Papua dan Papua Barat.
"Kami pun mengapresiasi kontribusi warga Pasundan yang dinilai telah berperan aktif dalam menjaga situasi keamanan di Papua tetap kondusif sehingga diharapkan dapat terus ditingkatkan," ujarnya.
Senada dengan Ridwan Rumasukun, Irianti Pawika, selaku Ketua Umum Paguyuban Pasundan Papua mengatakan sementara ini ada 12 hektare lahan yang akan dikembangkan menjadi kawasan agro wisata.
"Sebelum ini, kawasan tersebut sudah digunakan sebagai perkebunan Pepaya California, namun karena nilai ekonominya rendah, maka kami berinisiatif untuk menanam bibit durian montong dan porang," ucap Irianti.
Dijelaskannya, saat ini terdapat 70 kepala keluarga (KK). Jika saja per KK menanam 20 bibit, maka sudah ada 1.400 bibit yang ditanam.
"Bibit-bibit tersebut didapat secara swadaya sehingga diharapkan Pemkab Keerom melalui Dinas Pertanian dan Perikanan setempat bisa mendukung dengan memberikan bibit durian dan porang," tutupnya.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.