PANDEMI memang memaksa kita terkurung di rumah, dan sulit melakukan kegiatan outdoor. Tidak heran, banyak orang akhirnya menjadi malas bergerak karena terlalu nyaman.
Akibatnya tentu sudah bisa ditebak, mereka mengalami kenaikan berat badan. Nah, ketika mendengar akan adanya vaksin, sudah pasti yang terpikirkan adalah kembali masuk kerja. Tapi tentu tidak pede dong, jika badan semakin melar saat kembali ke kantor.
Tidak heran, jika kemudian banyak orang berlomba-lomba untuk menurunkan berat badan dengan mencoba berbagai program diet atau mencoba meniru berbagai diet yang dilakukan oleh para artis atau influencer tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahlinya.
Mereka tergoda untuk menjadi langsing dengan cepat dengan menerapkan diet ketat tanpa menyadari diet berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Para peneliti menemukan bahwa melakukan diet ketat dapat sangat berbahaya bagi tubuh. Demikian seperti dilansir dari Highend.

Tubuh Mengalami Dehidrasi
Beberapa orang tidak menyadari, ketika mereka melakukan diet ketat, yang hilang dari tubuh bukan hanya lemak, tetapi biasanya mereka cenderung kehilangan air tubuh sebanyak kehilangan berat badan. Namun pada kenyataannya tubuh kita membutuhkan air untuk mengoperasikan sistem tubuh dengan baik.
Tubuh akan Lebih Mudah Menjadi Lelah
Kita dapat membatasi jumlah konsumsi kalori setiap hari, tanpa menyadari bahwa kalori tersebut diperlukan untuk diubah menjadi energi. Jadi jika kita mengkonsumsi lebih sedikit kalori, bukannya kehilangan berat badan dengan cepat, Anda akan mendapatkan lebih mudah lelah.
Gangguan Pencernaan
Peneliti mengungkapkan orang yang melakukan diet ketat cenderung sering mengalami masalah pencernaan, baik diare ataupun sembelit. Jika Anda mengalami diare serius, Anda akan dengan mudah terkena dehidrasi dan sangat berisiko bagi tubuh.
Berat Badan Menjadi Naik
Berdasarkan penelitian juga kehilangan berat badan secara instan dapat memperlambat metabolisme tubuh. Hal ini yang mengakibatkan berat badan akan cenderung meningkat setelah program diet berakhir.
Malnutrisi
Ketika seseorang melakukan diet ketat, mereka cenderung untuk tidak mengonsumsi lemak dan karbohidrat. Sebagai efeknya, mereka tidak bisa mendapatkan vitamin dan asupan mineral.
Dalam jangka panjang, mereka tidak dapat memenuhi lagi kebutuhan nutrisi yang merupakan sumber utama energi. Malnutrisi ini yang dapat merusak jantung dan menyebabkan beberapa penyakit mematikan, seperti kanker, diabetes dan masih banyak lagi.
Ingin tahu lebih lanjut tentang first class Lifestyle, silakan klik HighEnd-Magazine.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.